Breaking News:

Disperindag DI Yogyakarta Harapkan Momen Nataru Tingkatkan Daya Serap Pasar

Dinas perindustrian dan perdagangan (Disperindag) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menilai daya serap pasar pada masa pandemi belum optimal.

TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita Ginting
Suasana pasar bahan pokok di Jalan Pabringan, kota Yogyakarta, pada Rabu (23/12/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas perindustrian dan perdagangan (Disperindag) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menilai daya serap pasar pada masa pandemi belum optimal.

Daya serap pasar masih terhitung belum stabil diangka sekitar 40 persen.

Padahal, sebelum pandemi bisa mencapai lebih dari 50 persen.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Disperindag DIY, Yanto Aprianto menuturkan, memang geliat pasar sudah mulai terjadi dibandingkan awal masuknya pandemi.

Baca juga: Mayoritas Gereja di Sleman Laksanakan Misa Natal Secara Daring

Baca juga:  Indeks Pembangunan Kebudayaan DI Yogyakarta Menduduki Posisi Tertinggi Nasional

"Kondisinya sudah jauh lebih baik daripada sebelumnya. Namun, untuk capaian normal seperti sebelum ada pandemi masih belum terjadi," jelasnya kepada Tribun Jogja, pada Rabu (23/12/2020).

Keadaan ini, didukung dari belum stabilnya produktivitas sektor horeka.

Hingga, aktivitas sektor pendidikan yang masih melakukan pembelajaran daring.

Sehingga, momen untuk meningkatkan daya beli  menjadi bergantung pada adanya libur panjang seperti nataru nanti.

"Kami sangat harapkan nataru bisa menjadi momen untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Karena, kondisi seperti ini (pandemi), hanya momen tertentu yang bisa menggeliatkan daya beli," urainya. (ndg)

Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved