Kisah Inspiratif

Petani di Bantul Ciptakan Alat Mesin Pemipil Jagung

Memanfaatkan drum bekas, plat besi dan rantai sepeda motor, alat ini mampu memipil 30 Kg jagung hanya dalam waktu 10 menit 

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Bupati Bantul Suharsono saat melihat mesin pemipil jagung buatan Sakimin, Petani asal Triharjo, Pandak saat menghadiri acara gelar teknologi tepat guna, di Parasamya II, Manding, Bantul. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sejumlah inovasi teknologi pedesaan memeriahkan Gelar Teknologi Tepat Guna Kabupaten Bantul tahun 2020 di Pendopo Parasamya II, Manding, Bantul, Senin (21/12/2020).

Satu di antaranya mesin pemipil jagung buatan Sakimin, petani jagung asal Dusun Jigudan, Triharjo, Pandak, Bantul. 

Meski sudah lanjut usia, pria 70 tahun itu masih sanggup berkarya membuat mesin pemipil Jagung sederhana dengan memanfaatkan drum bekas, plat besi dan rantai sepeda motor.

Untuk mesin penggilingnya memakai tenaga diesel.

"Saya membuat sendiri mesin ini. Waktu pembuatannya sekitar 10 hari. Habisnya sekitar Rp 3 jutaan," tuturnya, saat men-demokan cara kerja mesin tersebut. 

Baca juga: Tiga Anak Muda Asal Yogyakarta Geluti Hidroponik Jadi Lahan Bisnis

Cara kerjanya memang sederhana.

Jagung yang akan dipipil dimasukkan dalam wadah di atas drum.

Setelah mesin dihidupkan dan penyekat dibuka, Jagung akan langsung turun ke dalam drum yang telah dimodifikasi dengan penambahan rantai berjejer.

Rantai itu yang berputar dan berfungsi memipil jagung di  dalam drum. 

Jagung yang sudah terpisah dari bonggol-nya langsung turun teratur ke lubang di samping drum dan masuk ke dalam wadah yang telah disiapkan.

Menurutnya, 30 kilogram Jagung dipipil menggunakan alat tersebut hanya butuh waktu 10 menit saja. 

"Kalau dipipil manual, 30 kilogram Jagung lama sekali. Bisa setengah hari lebih,"ucap Sakimin.

Sehingga alat tersebut menurutnya sangat efisien, terutama bagi petani jagung seperti dirinya. 

Selain efisien waktu, alat tersebut juga efisien harga.

Baca juga: Warga Bantul Berhasil Membuat Media Tanam Alternatif dari Olahan Sampah Plastik

Perbandingannya, kata dia, Jagung dengan tonase 1 ton jika dipipilkan dengan menyewa tenaga kerja maka membutuhkan uang sedikitnya Rp 350 ribu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved