Ternyata Perempuan Bisa Alergi Terhadap Sperma, Begini Penjelasannya

Apakah mungkin seorang wanita alergi sperma? Mungkin pertanyaan ini terdengar asing. Namun ternyata wanita bisa mengalami alergi sperma.

Editor: Rina Eviana
Eraxion
Ilustrasi 

Tribunjogja.com -- Apakah mungkin seorang wanita alergi sperma? Mungkin pertanyaan ini terdengar asing. Namun ternyata wanita bisa mengalami alergi sperma.

Semen, atau yang dikenal dengan nama air mani adalah cairan yang membawa sel-sel sperma yang dikeluarkan oleh organ-organ seksual pria saat terjadi ejakulasi.

Umumnya, cairan semen akan berada di dalam vagina wanita saat penetrasi untuk membuahi indung telur dan menjadi janin.

Namun, bagaimana jika cairan tersebut justru membuat seorang wanita mengalami alergi?  

Ilustrasi sperma
Ilustrasi sperma (IST)

Alergi air mani adalah sesuatu yang jarang disadari oleh kebanyakan orang.

Hasil penelitian di University of Cincinnati menyebut, tak kurang dari 40.000 wanita di Amerika Serikat diduga memiliki kondisi hipersensitivitas terhadap satu atau lebih komponen protein dalam air mani.

Protein yang dibuat di kelenjar prostat mungkin menjadi penyebab utamanya.

Baca juga: Inilah 10 Penyebab Jumlah Sperma Pria Turun Drastis, di Antaranya Akibat Pakai Celana Dalam Ketat

“Namun, mengingat banyaknya protein dan biomolekul lain dalam semen, mungkin ada lebih dari satu alergen yang bertanggung jawab atas alergi tersebut.”

Demikian diungkapkan Michael Carroll, Dosen senior Ilmu Reproduksi dan Klinis di Manchester Metropolitan University, Inggris. Pola makan pria bahkan diduga berperan menjadi penyebab dari alergi ini.

Carroll mengutip satu studi kasus di mana seorang wanita yang alergi kacang bereaksi buruk terhadap air mani pacarnya, setelah dia makan kacang.

Jadi, mungkin saja orang yang biasanya tidak alergi terhadap air mani akan mengalami reaksi, bergantung pada apa yang dimakan pasangannya.

Pada tahun 2011, Carroll ikut menulis studi tentang "hipersensitivitas terhadap sperma".

Dia mengatakan, gejala yang terjadi pada kondisi tersebut di antaranya, gatal, kemerahan, terbakar dan bengkak di area vagina dan vulva.

Lalu ada pula gejala alergi sistemik klasik seperti gatal-gatal, masalah pernapasan, hingga eksim.

Ilustrasi
Ilustrasi ((pexels))

“Ini dianggap sebagai reaksi alergi tipe-1: jenis reaksi yang sama yang didapat dari serbuk sari atau bulu kucing,” kata dia.

Baca juga: Ternyata Segini Jumlah Sperma Normal yang Dikeluarkan Pria Saat Berhubungan Intim

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved