Mengenal Lebih Dekat Sosok Pelatih Fisik PSS Sleman, Danang Suryadi

Musim 2020 menjadi tugas perdana seorang Danang Suryadi mengemban tanggung jawab yang cukup besar di PSS Sleman. 

Tayang:
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Kurniatul Hidayah
(Dok PSS Sleman)
Pelatih fisik PSS Sleman, Danang Suryadi. 

TRIBUNJOGJA.COM - Musim 2020 menjadi tugas perdana seorang Danang Suryadi mengemban tanggung jawab yang cukup besar di PSS Sleman

Sebab, ialah yang bertugas memastikan penggawa Super Elang Jawa dalam kondisi fisik prima saat bertempur di lapangan hijau.

Sayang, kompetisi sepak bola Tanah Air kemudian terhenti di tengah situasi pandemi dan diputuskan bergulir kembali tahun depan seiring tidak adanya izin dari pihak kepolisian.

Danang Suryadi menjelaskan, sebagai pelatih fisik, program latihan fisik yang ia susun tak bisa asal-asalan. Sebab, program pelatih fisik harus berkaitan dengan program besar dari pelatih kepala.

Baca juga: BREAKING NEWS: TPST Piyungan Penuh, Warga Blokir Akses Masuk, Antrean Truk Sampah Hingga 1 KM

Baca juga: Kapolri Berikan Bintang Bhayangkara Utama kepada Menteri PAN RB dan Menteri ATR/BPN

"Jadi pelatih fisik harus berkoordinasi dengan pelatih kepala, dia (pelatih kepala) mau game plan seperti apa, filosofi bermain seperti apa, formasi berapa, kemudian defend, offend dan transisi seperti apa. Nanti pelatih fisik akan menyesuaikan dengan plan pelatih kepala, jadi berkesinambungan lah fisik dan taktiknya pelatih kepala," jelas eks pelatih fisik Persebaya Surabaya ini.

"Misal bermain dengan pemain sayap cepat nih, karena kelebihan kita ada di situ. Dan kita akan mengeksplorasi itu. Nah tugas saya sebagai pelatih fisik itu harus mempunyai latihan yang menggambarkan cara dia bermain dari filosofi coach, supaya berkesinambungan jadi pelatih fisik harus menyesuaikan," tambahnya.

Adapun untuk mengukur sejauh mana progres dari latihan fisik yang sudah dijalankan, Danang menjelaskan, hal tersebut diukur melalui beberapa komponen tes fisik.

"Di awal beberapa komponen fisik di tes, kemudian pemain diberikan program latihan. Setelah program latihan dijalankan, akan ada tes fisik kedua. Itu kemudian di-compare dan dilihat bagaimana progresnya," jelasnya.

Lebih lanjut Danang mengatakan, fisik, teknik, taktik, serta mental merupakan aspek yang saling terkait dalam sepak bola.

Namun berdasar pengalamannya di lapangan, mental merupakan fondasi yang sangat penting bagi pesepak bola sebelum turun ke latihan.

"Dalam artian, apakah dia secara psikis sudah nyaman atau belum. Sudah tenang sebelum turun ke latihan, tidak ada masalah kontrak, soal gaji, keluarga, dan lainnya. Di beberapa momen pelatih bisa lihat, mana pemain yang melakukan latihan sungguh-sungguh dan mana pemain yang kurang antusias," kata Danang.

"Nah dalam situasi ini, saya pribadi mungkin beberapa kali ngomong empat mata ke pemain. Jadi kita sebagai pelatih di beberapa momen juga jadi teman, jadi kakak, juga guru untuk pemain. Sebab percuma kalau pelatih punya program bagus, tapi secara mental atau psikis pemain ada masalah, latihan nggak masuk ke dia (pemain), jadi cuma dapat capek saja," imbuhnya.

Simpan Ambisi Jadi Pelatih Kepala

Di samping mengemban tanggung jawab sebagai pelatih fisik, Danang mengaku saat ini dirinya masih menyimpan ambisi menjadi pelatih kepala suatu saat nanti.

Sebab, Danang mengaku enjoy menjalankan peran sebagai pelatih kepala, sebagaimana yang tugas yang pernah ia emban di Bontang City di Liga 3 2018 Zona Kalimantan Timur.

"Jadi passion saya memang di sepak bola, tapi waktu itu masih melihat-lihat antara pelatih kepala atau menjadi pelatih fisik. Tapi untuk posisi pelatih kepala/ teknik itu perjalanannya lumayan berat untuk seorang yang bukan eks pemain top, karena saya cuma sampai Liga 2 saja," ujar Danang.

"Setelah 3-4 tahun di Pertamina Soccer School, harapannya ke depan bisa menjadi pelatih kepala sekaligus ikut kursus. Tapi dalam perkembangannya setiap tahun, memang situasi dan keadaannya agak lebih sulit untuk menjadi yang saya harapkan apalagi di Liga 2 atau Liga 1," tambahnya.

Baca juga: Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Dinas Perhubungan Sleman Siapkan Empat Posko Pemantauan

Baca juga: BPJAMSOSTEK Yogya Catat Realisasi Peserta Hingga 90 Persen

Pada 2019, Danang menerima tawaran menjadi pelatih fisik Persebaya Surabaya. Setelah melalui beberapa pemikiran dan pertimbangan, serta konsultasi dengan beberapa mentor, tawaran tersebut akhirnya ia ambil.

"Kemudian saya putuskan menjadi pelatih fisik tapi saya masuk dulu dengan harapan nanti bagaimana jalannya, ada kesempatan melatih teknik atau apapun itu. Tapi posisi saya saat ini jalankan sebaik dan seprofesional mungkin," ujarnya.

"PSS tempat kerja yang membanggakan. Ini tempat kerja kedua saya yang memiliki basis suporter besar, setelah 2019 di Persebaya. Setelah masuk ke PSS, ternyata lebih dari apa yang saya harapkan. Membanggakan buat saya karena perjalanan karier saya lebih bagus kalau bisa membantu prestasi PSS lebih baik. Itu yang nantinya akan lebih membanggakan buat saya," harap Danang.

Biodata
Nama : Danang Suryadi
Karier : 2008- Pelatih fisik Tim DKI Jakarta (Pekan Olahraga Mahasiswa di Palembang)
2009- Persija Barat (Divisi 2)
2010- Persikota Tangerang (Liga Ti-Phone)
2011- Pelatih timnas futsal putri (SEA Games Jakarta-Palembang)
2012-2014 Pelatih Pertamina Soccer School
2015 Asisten pelatih dan pelatih fisik Sriwijaya FC 
2018 Pelatih Kepala Bontang City
2019 Pelatih fisik Persebaya Surabaya
2020 Pelatih fisik PSS Sleman(Han)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved