Breaking News:

FKUB DIY Minta Masyarakat Jaga Keamanan di Masa Pandemi Covid-19

Ketua Forum Persaudaraan Umat Beragama (FPUB) DIY, KH Abdul Muhaimin, meminta kepada masyarakat luas agar bersama-sama menjaga

Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Kurniatul Hidayah
Dokumentasi Istimewa
Ketua Forum Persaudaraan Umat Beragama (FPUB) DIY, KH Abdul Muhaimin. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ketua Forum Persaudaraan Umat Beragama (FPUB) DIY, KH Abdul Muhaimin, meminta kepada masyarakat luas agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang.

Sebab, ketertiban dan keamanan masyarakat adalah kunci dalam penanganan Covid-19

Pengasuh Pesantren Nurul Ummahat Kotagede ini juga meminta masyarakat untuk sepenuhnya mempercayakan institusi penegak hukum agar bekerja dengan profesional dalam mengusut dan menuntaskan perkara yang menyangkut pentolan FPI, Habib Rizieq Syihab (HRS). 

Baca juga: Prodi D3 Animasi ISI Yogyakarta Kukuhkan Kerja Sama dengan Dunia Industri

Baca juga: Ratusan Hotel dan Restoran Kota Yogyakarta Terima Dana Hibah, Tertinggi Dapat Rp 1 Miliar

"Percayakan saja bahwa penuntasan kasus yang menyangkut HRS dan pengawalnya semua akan ditangani dengan cepat dan profesional oleh penegak hukum," jelasnya, Kamis (17/12/2020). 

KH Muhaimin menyatakan, kerja-kerja aparat penegak hukum dalam mengungkap kasus tersebut sudah berjalan dengan baik.

Setiap instansi yang terlibat juga cukup cepat dalam menangani kasus itu. 

"Komnas HAM juga terlibat, jadi tidak ada alasan bahwa kasus ini akan berat sebelah. Tali yang perlu diingat aparat perlu membuka informasi secara jernih terkait kasus ini," imbuhnya. 

Di sisi lain, solidaritas masyarakat terhadap kasus itu juga mulai muncul di Yogyakarta.

KH Muhaimin menganggap hal itu merupakan salah satu bentuk dari penyampaian pendapat dan upaya yang dilindungi UU. 

Baca juga: Angkasa Pura 1 Dirikan Posko Terpadu Natal dan Tahun Baru di YIA Kulon Progo

Baca juga: Kiat Penyerang PSIM Yogyakarta Dwi Rafi Angga Jaga Kondisi di Tengah Mandeknya Kompetisi

"Tapi yang perlu diingat penyampaiannya dilakukan secara sopan dan sesuai dengan kaidah Islam. Jangan terprovokasi dan melakukan hal-hal yang tidak semestinya," ujarnya. 

Dia juga mengingatkan agar masyarakat tidak terprovokasi dengan anasir-anasir yang berusaha mengkapitalisasi isu tersebut ke dalam kepentingan pribadinya sendiri.

"Apalagi hari ini kita berada di situasi pandemi juga," katanya. 

"Dijaga lah nanti kalau ingin menyampaikan pendapatnya. Protokol kesehatan dijaga, aspirasi yang ingin disampaikan juga mesti diperhatikan dan jangan menyimpang dari ajaran Islam yang damai," pungkasnya. (jsf)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved