Jawa

Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, Pacitan Terapkan Pariwisata Berbasis Masyarakat

Pemkab Pacitan, Jawa Timur menerapkan pengelolaan destinasi wisata berbasis masyarakat guna membantu perekonomian masyarakat hingga ke tingkat desa. 

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Sri Cahyani
Pemkab Kulon Progo melalui Diskominfo Kulon Progo melakukan kunjungan kerja ke Disparpora Kabupaten Pacitan Selasa (15/12/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pemerintah Kabupaten (pemkab) Pacitan, Jawa Timur menerapkan pengelolaan destinasi wisata berbasis masyarakat guna membantu perekonomian masyarakat hingga ke tingkat desa. 

Kepala Bidang Informatika Komunikasi Publik dan Statistik, Diskominfo Kulon Progo, Bambang Susilo mengatakan hal itu yang membuat pemerintah kabupaten (Pemkab) Kulon Progo melalui Diskominfo Kulon Progo ingin mengetahui terkait pengelolaan pariwisata yang terdapat di Pacitan terlebih di masa pandemi COVID-19. 

"Pacitan mempunyai destinasi wisata alam yang cukup banyak sehingga kami ingin mengetahui pengelolaannya apalagi di masa pandemi saat ini," ucapnya saat kunjungan kerja ke Disparpora Kabupaten Pacitan Selasa (15/12/2020). 

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pacitan, Andi Faliandra mengatakan Pacitan memiliki 19 destinasi wisata yang terdiri dari 9 wisata yang dikelola oleh pemerintah daerah dan 10 lokasi dikelola oleh pemerintah desa dan swasta. 

Baca juga: Update COVID-19 di Kulon Progo Rabu 16 Desember 2020, Pasien Sembuh Capai 372 orang

"Kami mendorong destinasi wisata di Pacitan berbasis desa dan masyarakat. Sehingga bisa membantu pertumbuhan ekonomi desa," kata Andi. 

Terlebih sektor pariwisata menjadi penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) nomor dua setelah sektor kesehatan. 

Andi menjelaskan PAD pada 2020 dari sektor pariwisata mampu mencapai 32 persen melebihi target triwulan pertama yakni 25 persen. 

Namun pada akhir Maret saat pandemi COVID-19 melanda banyak pariwisata harus ditutup untuk menekan laju penyebaran COVID-19. 

"Di Jawa Timur kami menutup objek wisata yang paling akhir. Sebab, kami mempersiapkan sosialisasi pada pengelola objek wisata agar mereka tidak kaget saat penutupan. Hampir 7 bulan kami menutup objek wisata," ungkapnya. 

Selanjutnya pada 28 September 2020, destinasi wisata telah dibuka pada tahap pra simulasi. 

Setelah itu disusul oleh tahap simulasi, uji coba satu dan uji coba dua. 

Baca juga: Gugas Covid-19 Kulon Progo Bakal Bubarkan Kegiatan yang Timbulkan Kerumunan Saat Nataru

Dalam tahapan ini diberlakukan penerapan protokol kesehatan (prokes) secara ketat sehingga banyak kritikan yang masuk baik dari dalam maupun luar Pacitan

"Kami tetap menerapkan prokes sangat ketat. Bahkan juga melakukan penjagaan di perbatasan kota. Dengan begitu dampaknya Pacitan menjadi wilayah dengan penyebaran COVID-19 yang rendah di Jawa Timur," kata dia.

Kendati demikian, kata Andi PAD sektor pariwisata mengalami peningkatan.

Pada 2019, PAD wisata mampu mencapai Rp 13,6 Miliar. 

Sementara pada 2020 ditargetkan mencapai Rp 16,6 Miliar dan 2021 sekitar Rp 21 Miliar. 

"Karena adanya COVID-19 akhirnya target tidak tercapai. Namun hingga Desember 2020, capaian PAD mendekati 70 persen," terangnya. ( Tribunjogja.com

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved