Berita Kesehatan

Tips 5 Cara Memasak Telur Paling Sehat, Agar Kandungan Nutrisinya Tidak Hilang

Kandungan gizi yang dimiilki telur, bisa dibuat semakin sehat dengan pengolahan cara masak yang baik.

Tayang:
Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
Amarita via kompas.com
Ilustrasi telur rebus 

TRIBUNJOGJA.COM - Telur adalah bahan makanan yang harganya relatif terjangkau. Selain itu, telur juga merupakan sumber gizi dengan cara pengolahan yang mudah.

Kandungan gizi yang dimiilki telur, bisa dibuat semakin sehat dengan pengolahan cara masak yang baik.

Berikut tips 5 cara mengolah telur supaya lebih sehat ;

1. Pilih metode memasak rendah kalori

Jika Anda mencoba mengurangi kalori, pilih telur rebus atau kukus.

Metode memasak ini tidak menambahkan kalori berlemak ekstra, jadi makanan tersebut akan lebih rendah kalori daripada telur dadar atau goreng atau orak-arik.

2. Gabungkan dengan sayuran

Telur sangat cocok dengan sayuran.

Artinya, makan telur adalah peluang bagus untuk meningkatkan asupan sayuran dan menambah serat dan vitamin ekstra ke makanan Anda.

Beberapa ide sederhana termasuk menambahkan sayuran pilihan Anda ke dalam telur dadar atau telur orak-arik.

Atau cukup masak telur sesuai keinginan Anda dan ada sayuran di sampingnya.

3. Goreng dalam minyak yang stabil pada suhu tinggi

Minyak terbaik untuk memasak dengan api besar, seperti saat menggoreng, adalah minyak yang tetap stabil pada suhu tinggi dan tidak mudah teroksidasi untuk membentuk radikal bebas berbahaya.

Contoh pilihan yang baik termasuk minyak alpukat dan minyak bunga matahari.

Jika menggunakan minyak zaitun extra-virgin atau minyak kelapa, yang terbaik adalah memasak pada suhu yang lebih rendah dari 210 ° C dan 177 ° C.

4. Pilih telur paling bergizi yang mampu Anda beli

Beberapa faktor antara lain cara budidaya dan pola makan ayam dapat mempengaruhi kualitas gizi telur.

Secara umum, telur yang dibesarkan di padang rumput dan organik dianggap lebih unggul secara nutrisi daripada telur yang dikurung dan diproduksi secara konvensional.

5. Jangan terlalu lama memasaknya

Semakin lama dan panas Anda memasak telur, semakin banyak nutrisi yang mungkin hilang.

Menggunakan panas yang lebih tinggi lebih lama juga dapat meningkatkan jumlah kolesterol teroksidasi yang dikandungnya, yang terutama berlaku untuk menggoreng.

Untuk membuat telur Anda sesehat mungkin, pilih cara memasak rendah kalori, gabungkan dengan sayuran, goreng dengan minyak yang tahan panas, dan jangan terlalu lama.

Pertimbangan Memilih Telur

Anda mungkin lebih menyukai telur ayam, sementara yang lain lebih memilih telur bebek. Pertanyaannya, manakah yang sebenarnya lebih baik?

Apakah telur bebek atau telur ayam lebih baik tergantung pada pilihan pribadi. Tidak ada jawaban yang tepat untuk semua orang.

Beberapa faktor yang mungkin ingin Anda pertimbangkan saat memilih antara telur bebek dan telur ayam adalah:

- Alergi

Biasanya, orang yang alergi telur ayam dapat dengan aman mengonsumsi telur bebek dan sebaliknya karena perbedaan protein penyebab alergi. Tanyakan kepada penyedia layanan kesehatan Anda.

- Ketersediaan

Telur bebek mungkin tidak tersedia di beberapa daerah.

- Selera pribadi

Beberapa mungkin lebih menyukai rasa satu jenis telur daripada yang lain.

- Harga

Telur bebek mungkin lebih mahal karena lebih besar, lebih sulit ditemukan, dan dianggap lezat di beberapa tempat.

Selain itu, Anda juga perlu mengetahui perbedaan kandungan nutrisi antara telur ayam vs telur bebek.

Kandungan Nutrisi Telur

Secara keseluruhan, telur termasuk rendah karbohidrat dan serat tetapi kaya akan protein dan sumber lemak yang baik.

Mereka juga dikemas dengan banyak vitamin dan mineral, terutama kolin, riboflavin, selenium, vitamin A, dan vitamin B12 .

Meskipun kedua jenis telur tersebut bergizi, telur bebek cenderung mengandung sejumlah nutrisi yang lebih tinggi daripada telur ayam, termasuk folat , zat besi, dan vitamin B12.

Telur bebek mengandung sebanyak 168% atau lebih DV untuk vitamin B12. Tubuh Anda membutuhkan vitamin B12 untuk tugas-tugas tertentu, seperti membangun DNA dan sel darah merah baru.

Namun, putih telur ayam cenderung mengandung lebih banyak protein seperti ovalbumin, konalbumin, dan lisozim dibandingkan putih telur bebek. Ilmuwan percaya protein ini dan protein lain dalam telur memiliki sifat antimikroba, antioksidan, dan penghambat kanker.

Beberapa orang secara keliru percaya bahwa hanya putih telur yang mengandung protein. Namun, kuning telur sebenarnya dikemas dengan protein, meski sedikit lebih sedikit dari putihnya.

Putih telur dan kuning telur bebek dan ayam kaya akan peptida bioaktif yang bermanfaat. Peptida ini adalah partikel protein yang dapat meningkatkan kesehatan optimal pada manusia. (*/Healthline)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved