Melihat Persiapan Vaksinasi Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta
Berbagai wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta terus melakukan persiapan menjelang vaksinasi COVID-19
Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM - Berbagai wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta terus melakukan persiapan menjelang vaksinasi COVID-19. Persiapan meliputi langkah pendataan warga hingga pelatihan-pelatihan yang ditujukan untuk para tenaga kesehatan.
Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta sendiri sudah menyiapkan vaksinator atau tenaga ahli untuk sosialisasi dan vaksinasi. Hal ini diungkapkan Kepala Dinkes DIY Pembajun Setyaningastutie, Kamis (3/12/2020) lalu.
Seperti apa saja persiapan yang sudah dilakukan?
Pendataan di Gunung Kidul
Dinas Kesehatan Gunung Kidul sudah melakukan pendataan warga untuk program vaksinasi covid-19.
Pendataan tersebut dilakukan dengan melibatkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil). Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Gunung Kidul Dewi Irawaty, Senin (14/12/2020).
Pihaknya juga merencanakan adanya kelompok masyarakat yang jadi prioritas untuk vaksinasi. Terutama bagi mereka yang memiliki resiko tinggi dalam penularan COVID-19, sehingga kekebalan dari vaksin diperlukan.
Adapun kelompok masyarakat yang akan dijadikan prioritas adalah petugas kesehatan, petugas di pelayanan publik, hingga masyarakat dalam kategori kelompok rentan.
"Terutama mereka yang berumur 18 tahun ke atas, tapi masih ada spesifikasi lain untuk daftar prioritas itu," jelas Dewi.
Selain pendataan warga yang masuk daftar prioritas, Dinkes Gunungkidul juga melakukan pelatihan bagi petugas kesehatan di Puskesmas. Pelatihan berkait dengan prosedur pemberian vaksin yang aman dan benar.
Pelatihan Tenaga Kesehatan di Kota Yogyakarta
Di Kota Yogyakarta, sejumlah tenaga kesehatan sudah mengikuti pelatihan vaksinasi covid-19.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani mengatakan, pelatihan tersebut dimulai sejak 30 November lalu. Mereka yang mengikuti pelatihan skema vaksinasi ini merupakan perwakilan dari setiap Puskesmas, yang terdiri dari seorang dokter dan satu bidan.
"Kemarin ada dua orang per Puskesmas yang mendapatkan pelatihan. Kemudian dari BPOM juga melatih apotekernya juga ya, untuk pengelolaan vaksinnya," ujar belum lama ini.
Nantinya, lanjut Emma, deretan nakes yang sudah mengikuti pelatihan tersebut, diharapkan bisa memvaksin rekan-rekan sesama nakes yang selama ini berhadapan langsung dengan pasien corona. Terlebih, berdasar petunjuk pusat, mereka masuk dalam prioritas utama vaksinasi tersebut.