Film Generasi 90 an Melankolia, Bukan Sekedar Kisah Cinta Remaja
Generasi 90 an Melankolia bercerita tentang Abby yang tengah merasakan gejolak jati diri akibat kehilangan kakak perempuan akibat kecelakaan pesawat.
Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUN JOGJA.COM, YOGYA - Visinema Pictures melakukan pemutaran perdana film Generasi 90 an Melankolia di Empire XXI Yogyakarta, Kamis (10/12/2020) malam.
Sebelumnya, film itu juga telah diputar secara terbatas di Semarang, Jakarta, Cirebon dan Bandung.
Film yang diangkat dari buku generasi 90 an karya Marcella FP ini sedianya akan diputar pada April lalu di bioskop.
Namun karena pandemi COVID-19 melanda, rilis film akhirnya ditunda hingga 24 Desember mendatang.
Secara singkat, Generasi 90 an Melankolia bercerita tentang Abby (Ari Irham) remaja tanggung yang tengah merasakan gejolak jati diri akibat kehilangan kakak perempuannya akibat kecelakaan pesawat.
Baca juga: Daftar Lengkap Nominasi Peraih Piala Citra dalam Festival Film Indonesia (FFI) 2020
Abby yang sangat dekat dengan sang kakak yakni Indah (Aghniny Haque) harus menerima kenyataan pahit akan kehilangan itu.
Semangat hidupnya tak ada lagi dan hari-hari hanya penuh dengan bayang-bayang Indah.
Di perjalanan kesedihannya, Abby bertemu dengan Sephia (Taskya Namya) sahabat Indah.
Abby menaruh harapan besar terhadap sosok Sephia sebagai pengganti Indah.
Cinta akhirnya berkelindan di antara mereka berdua.
Namun, jalinan cinta yang rumit menghampiri perjalanan film ini.
Abby sebelumnya telah menjalin hubungan dengan Kirana (Jennifer Coppen) dan berujung kandas akibat kehadiran Sephia.
Begitu pula Sephia yang menaruh hati pada Bayu (Wafda Saifan) mantan pacar Indah yang memutuskan lari dari hidup Abby karena tahu kisah cinta itu salah.
Sutradara, Irfan Ramli mengatakan, meskipun alur cerita mengisahkan kisah cinta remaja tanggung yang tengah mencari jati diri, namun ia ingin menyampaikan pesan kepada penonton bahwa perjalanan remaja tak hanya bicara soal cinta melulu.
"Lewat kisah Abby saya ingin bilang kalau persoalan remaja itu kompleks dalam mencari jati dirinya. Ada pergulatan batin, asmara, kesendirian dan sebagainya. Jadi bukan hanya masalah cinta," ucap Irfan.
Baca juga: Film Dongeng Kala Pandemi: Ayun-Ayun Negeri, Upaya KPK Gandeng Seniman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/film-generasi-90-an-melankolia-bukan-sekedar-kisah-cinta-remaja.jpg)