Bersama 8 Universitas, Amikom Yogyakarta Ikuti "Collaborative Project" Kampus Indonesia dan Malaysia
Kegiatan collaborative project antara kampus di Indonesia dan Malaysia itu berlangsung mulai Sabtu(7/11/2020) hingga Kamis(12/12/2020).
Penulis: Maria Arimbi Haryas Prabawanti | Editor: MGWR
TRIBUN-JOGJA.com - Collaborative Project Neosis and Neoma of Street Markets in Indonesia and Malaysia adalah program rintisan yang dipelopori Universitas Teknologi Malaysia (UTM) dengan melibatkan delapan universitas.
Adapun delapan universitas tersebut yakni UTM, Universiti Teknologi Mara Malaysia (UITM), Universitas Amikom Yogyakarta, Universitas Aisyiyah Yogyakarta (UNISA), Universitas Tridinanti Palembang, Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Universitas Internasional Batam) dan Universitas Indo Global Mandiri (UIGM).
Kegiatan collaborative project antara kampus di Indonesia dan Malaysia itu berlangsung mulai Sabtu (7/11/2020) hingga Kamis (12/12/2020) dengan melibatkan 184 mahasiswa dan 30 dosen dari kedelapan kampus tersebut.
Adapun mahasiswa Amikom Yogyakarta yang terlibat sebanyak 17 orang. Mereka ini merupakan mahasiswa angkatan 2017, 2018 dan 2019.
Tak hanya itu, dalam acara tersebut, Amikom Yogyakarta juga melibatkan 3 dosen sebagai pembimbing sekaligus penguji pada sesi panel workshop. Ketiga dosen itu yakni Rhisa Aidilla Suprapto, Ani Hastuti Arthasari, dan Nurizka Fidali.
Dalam kegiatan ini UTM bermaksud mendorong terselenggaranya kolaborasi desain virtual sebagai bentuk kreativitas kegiatan akademik selama pandemi Covid-19.
Melalui kegiatan ini semua peserta dapat berbagi pengalaman dan pengetahuan mereka tentang desain lanskap budaya perkotaan dan perencanaan pasar tradisional di seluruh Indonesia dan Malaysia.
Amir Fatah Sofyan, Ketua Program Studi Arsitektur mengatakan, sebuah kebanggaan melihat tim mahasiswa dan Dosen Arsitektur Universitas Amikom Yogyakarta dapat berkontribusi dalam collaborative project antara kampus di Indonesia dan Malaysia.
"Bagi kami, ini merupakan suatu prestasi dalam rintisan kerja sama Internasional," kata Amir seperti dalam keterangan tertulisnya.
Amir berharap, dengan mengangkat keunikan lokal berupa pasar tradisional, para mahasiswa dapat belajar menerapkan teori dan praktik lapangan, dan sekaligus mempresentasikan serta berinteraksi secara luas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kegiatan-collaborative-project-neosis-and-neoma-of-street-markets-in-indonesia-and-malaysia.jpg)