Breaking News:

Pilkada 2020

Dua Hari Jelang Pilkada di DI Yogyakarta, Sekda DIY Tekankan Tiga Hal Penting

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji memimta agar para Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di masing-masing

TRIBUNJOGJA.COM / Miftahul Huda
Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dua hari menjelang pemungutan suara Pilkada serentak, Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengupayakan agar pesta demokrasi pilkada serentak di tiga Kabupaten/Kota yang berada di DIY berjalan kondusif meski di tengah pandemi Covid-19.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji memimta agar para Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di masing-masing wilayah untuk mengatur jadwal kedatangan para peserta pemilu.

Ia berharap gelaran Pilkada di tengah pandemi Covid-19 kali ini tidak memunculkan klaster baru di wilayah DIY.

Baca juga: Logistik Pilkada Kota Magelang 2020 Selesai Didistribusikan ke 17 PPS

Baca juga: Kontestasi Pilkada Bantul, Dua Paslon Mengaku Siap Menang Maupun Kalah

"Harapannya pilkada tidak menimbulkan klaster baru," katanya, Senin (7/12/2020).

Aji sapaan akrabnya ini menyampaikan surat instruksi kepada masing-masing daerah yang melaksanakan pemilu sudah diturunkan.

Ada tiga hal penting yang ditekankan pemerintah DIY kepada pelaksana pilkada di tiga kabupaten yakni Gunungkidul, Sleman, dan Bantul.

"Surat instruksi sudah kami kirim ke Bupati/Walikota terkait untuk lakukan pelaksanaan, penghitungan suara, dan selebrasi kemenganan. Harus jadi perhatian utama," tegas Aji.

Hal itu ditegaskan oleh Aji lantaran di Kabupaten Gunungkidul terdapat 22 petugas KPPS yang dinyatakan positif dan menjelani perawatan.

Baca juga: KRONOLOGI Pesawat Latih KT-1B Wong Bee Jatuh di Lanud Adisutjipto Yogya, Dua Pilot Berhasil Keluar

Baca juga: Survei Youtap: Hanya 10 Persen UMKM yang Sudah Memiliki Rencana Bisnis Jangka Panjang

Sementara tanggapan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY Huda Tri Yudiana menambahkan, terkait adanya petugas KPPS yang kini menjalani perawatan di rumah sakit lantaran dinyatakan positif Covid-19, ia menegaskan agar ada koordinasi antar Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan pihak rumah sakit.

Hal itu menurut Huda perlu agar tidak terjadi penularan Covid-19 yang lebih meluas lagi.

Secara teknis, Huda menyerahkan seluruhnya kepada KPU dan Kabupaten/Kota yang menggelar pilkada.

"Koordinasi dengan rumah sakit. Entah pakai surat kuasa, atur mekanisme agar tidak terjadi penularan lagi," tegasnya. (hda)

Penulis: Miftahul Huda
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved