Begini Respon Prabowo Soal Penangkapan Edhy Prabowo Oleh KPK, Merasa Dikhianati

Penangkapan Edhy Prabowo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat Ketua Umum Partai Gerindra marah besar.

Editor: Hari Susmayanti
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Hashim Djojohadikusumo saat ditemui di media center pasangan Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Senin (21/1/2019) malam. 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA – Penangkapan Edhy Prabowo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat Ketua Umum Partai Gerindra marah besar.

Prabowo Subianto merasa dikhianati oleh kadernya sendiri yang sudah ditolongnya saat mengalami kesulitan 25 tahun silam.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo dalam konferensi pers di Jakarta Utara, Jumat (4/12/2020).

“Pak Prabowo sangat marah, sangat kecewa, ia merasa dikhianati,” ungkap Hashim, dikutip dari Tribunnews.com, Jumat.

Menurut Hashim, Prabowo sempat mengucapkan kalimat yang menunjukkan bahwa mantan Danjen Kopassus itu sangat marah dan kecewa terhadap Edhy.

Hashim menuturkan, Prabowo merasa dikhianati oleh Edhy.

Padahal, 25 tahun lalu Prabowo yang menolong Edhy lepas dari kesulitan.

"I picked him up from the gutter, and this is what he does to me (saya menolongnya dari kesulitan dan sekarang ini yang dia (Edhy Prabowo) lakukan kepada saya)," ucap Hashim, menirukan perkataan Prabowo.

Baca juga: Penjelasan Edhy Prabowo Soal 8 Sepeda yang Ikut Disita KPK dalam Penggeledahan Rumah Dinasnya

Baca juga: Pernyataan Resmi Partai Gerindra Terkait Edhy Prabowo yang Ditangkap KPK : Kami Mohon Maaf

Tak hanya Prabowo, Hashim pun merasa dirugikan dengan kasus korupsi yang menjerat Edhy.

Pasalnya, ia dan putrinya, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (Sara), turut dianggap terlibat dalam kasus tersebut.

Perusahaan Hashim yang kini dipimpin Sara, yakni PT Bima Sakti Mutiara, dituding turut mendapat izin ekspor benih lobster.

Sementara, kata Hashim, hingga kini perusahaannya itu hanya memiliki izin budi daya benih lobster, bukan ekspor.

“Saya merasa dihina, difitnah,” tutur Hashim.

Sebelumnya, KPK menduga Edhy telah menerima suap terkait izin ekspor benih lobster senilai Rp 3,4 miliar melalui PT Aero Citra Kargo (PT ACK) dan 100.000 dollar AS dari Direktur PT Dua Putra Perkasa (PT DPP) Suharjito.

PT ACK diduga menerima uang dari beberapa perusahaan eksportir benih lobster, karena ekspor hanya dapat dilakukan melalui perusahaan tersebut dengan biaya angkut Rp 1.800 per ekor.

Uang tersebut salah satunya berasal dari PT DPP sebesar Rp 731.573.564, dengan tujuan memperoleh penetapan izin kegiatan ekspor benih lobster

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hashim: Prabowo Marah Besar, Merasa Dikhianati oleh Edhy Prabowo

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved