Kulon Progo

Anggota Komisi X DPR RI Minta Sekolah Tatap Muka di Kulon Progo Dievaluasi

Anggota Komisi X DPR RI, My Esti Wijayanti meminta pembelajaran tatap muka di DIY yang akan digelar pada Februari 2021 perlu dilakukan evaluasi.

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kulonprogo 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Anggota Komisi X DPR RI, My Esti Wijayanti meminta pembelajaran tatap muka di DIY yang dimungkinkan digelar pada Februari 2021 perlu dilakukan evaluasi. 

"Saya kira perlu ada evaluasi. Semula saya juga termasuk yang mengusulkan untuk mendorong ada proses pembelajaran offline. Namun kenyataannya, ketika melihat tren kasus COVID-19 di DIY cukup tinggi perlu dipertimbangkan kembali," ucap Esti usai acara kunjungan kerja panja ekonomi kreatif Komisi X DPR RI di Taman Budaya Kulon Progo, Jumat (4/12/2020). 

Terlebih, peningkatan kasus COVID-19 tersebut didominasi oleh Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta. 

Baca juga: Menpan RB RI Segera Resmikan Mal Pelayanan Publik Kulon Progo

"Kalau Kabupaten Kulon Progo dan Gunungkidul tidak terlalu tinggi. Sementara Kabupaten Bantul masih rata-rata," imbuhnya. 

Awalnya, ia juga mengusulkan pembelajaran tatap muka dimulai pada jenjang perguruan tinggi. 

Namun setelah melihat kondisi saat ini, ia mengusulkan untuk jenjang TK dan SD di zona hijau bisa dilakukan pembelajaran tatap muka. 

Mengingat, siswa dari dua jenjang pendidikan tingkat dasar tersebut tidak berasal dari berbagai daerah. 

Baca juga: Pemkab Kulon Progo Gelar Upacara Peringatan HUT ke-49 KORPRI

"Ini agak terbalik, biasanya mengusulkan dari perguruan tinggi. Namun perguruan tinggi ini mahasiswanya berasal dari daerah mana-mana yang dimungkinkan penyebaran COVID-19 bisa terjadi. Kalau dua jenjang itu (TK dan SD), saya kira cenderung tidak ada siswanya yang datang dari luar daerah," kata dia. 

Meskipun, lokasi sekolah berada di zona hijau namun perlu adanya keterlibatan orangtua untuk mengatur anak-anaknya. 

Sehingga perlu adanya kesadaran dari orangtua dalam mengawasi anak-anaknya, tidak melepaskan begitu saja di situasi saat ini yang dapat memicu terjadinya penyebaran COVID-19. 

Namun, kata dia apabila jenjang perguruan tinggi ingin melakukan pembelajaran tatap muka perlu disertai swab test ataupun rapid test. (Tribunjogja.com

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved