Berapa Kadar Kolesterol Normal dalam Darah? Berikut Gejala Kolesterol Tinggi dan Tips Menurunkannya

Penting kiranya bagi kita memahami kondisi kadar kolesterol serta gejala-gejala bila kadar kolesterol terlalu tinggi.

Tayang:
Editor: Muhammad Fatoni
medicalnewstoday.com
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Gejala kolesterol tinggi kerap tidak disadari dan sering dianggap sebagai masalah kesehatan biasa.

Padahal, bila dibiarkan terlalu lama, kolesterol tinggi juga bisa memicu masalah kesehatan lain yang lebih serius.

Di antaranya adalah potensi penyakit stroke hingga serangan jantung.

Maka dari itu, penting kiranya bagi kita memahami kondisi kadar kolesterol serta gejala-gejala bila kadar kolesterol terlalu tinggi.

Lalu, berapa kadar kolesterol normal dalam darah?

Baca juga: Waspadai Gejala Kolesterol Tinggi dari Mati Rasa hingga Lemah Syahwat, Berikut Tips Pencegahannya

Baca juga: Panduan Asupan Serat yang Ideal untuk Lawan Penyakit Jantung, Diabetes dan Kolesterol

Melansir laman resmi Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kemenkes RI, kadar kolesterol normal yang baik adalah <200 mg/dL untuk orang dewasa.

Sementara, kadar kolesterol total (gabungan dari jumlah kolesterol baik, kolesterol jahat, dan trigliserida) yang mencapai angka 200-239 mg/dL masuk kategori agak tinggi.

Sedangkan, kadar kolesterol yang mencapai angka >249 mg/dL dapat dikatakan kolesterol tinggi.

National Institute of Health (NIH) Amerika Serikat (AS) juga menganjurkan angka-angka serupa. Kadar kolesterol darah yang diinginkan, yakni 200 mg/dL atau kurang.

ilustrasi
ilustrasi (familiana)

Sementara, kadar kolesterol darah sedang atau ambang batas tinggi (borderline high) adalah 200-239 mg/dL.

Sedangkan kadar kolesterol tinggi, yakni lebih dari 240 mg/dL.

Angka-angka dari NIH ini diketahui telah digunakan sebagai acuan di berbagai instansi kesehatan di banyak negara.

NIH juga menyimpulkan telah cukup bukti bahwa menurunkan angka kolesterol total dan LDL dengan diet, olahraga, atau obat bisa mengurangi risiko terjadinya penyakit jantung koroner (PJK).

Bahaya Kolesterol Tinggi

Kolesterol tinggi atau dislipidemia adalah kondisi dimana adanya ketidakseimbangan kadar kolesterol dalam tubuh, akibat tingginya kadar kolesterol.

Kolesterol merupakan senyawa yang ditemukan pada lemak/ lipid dalam darah Anda.

Pada dasarnya tubuh memerlukan kolesterol untuk membangun sel-sel yang sehat.

Namun, bila kadar kolesterol, terutama kolesterol jahat, terlalu tinggi dalam darah, hal itu bisa berpotensi menimbulkan sejumlah gangguan kesehatan.

Beberapa gejala kadar kolesterol tinggi dalam darah tak disadari keberadaannya.

Ilustrasi
Ilustrasi (Shutterstock)

Ini kerap kali dianggap sebagai gejala keluhan kesehatan lainnya yang tak membahayakan.

Padahal, kolesterol tinggi dalam darah tentu membahayakan bahkan bisa memicu serangan jantung.

Faktor gaya hidup yang paling sering menjadi penyebab kolesterol tinggi adalah kebiasaan mengonsumsi makanan yang mengandung kadar lemak atau kolesterol tinggi.

Pada banyak kasus, kolesterol tinggi sering tidak menunjukkan gejala khusus sampai timbul komplikasi, seperti penyakit jantung atau stroke.

Gejala Kolesterol Tinggi

Dilansir dari laman Step to Health, Inilah 10 gejala kolesterol tinggi yang jarang disadari dan tentu saja perlu diwaspadai:

1. Pembengkakan dan mati rasa pada anggota badan

Pembengkakan dan mati rasa pada anggota badan adalah salah satu gejala awal dari kolesterol tinggi.

Reaksi ini terjadi karena akumulasi lipid mengganggu sirkulasi.

2. Bau Mulut

Bau mulut adalah salah satu gejala paling umum dari kolesterol tinggi.

Terlalu banyak kolesterol dapat menciptakan kesulitan serius dengan pencernaan.

Akibatnya, Anda mungkin mengalami kekeringan dan bau tidak menyenangkan di mulut.

Baca juga: Membran Bonggol Jagung untuk Treatment Hiperkolesterol

Baca juga: Cara Mencegah Naiknya Kadar Kolesterol Agar Terhindar dari Risiko Serangan Jantung

3. Kembung dan gangguan pencernaan

Selain itu, kadar kolesterol jahat (LDL) yang tidak terkontrol cenderung menjadi pemicu yang kuat bagi gangguan pencernaan dan menyebabkan kembung.

4. Pusing dan sakit kepala

Karena kolesterol menumpuk di arteri, sirkulasi semakin memburuk dan oksigenasi sel terganggu.

Ini menyebabkan pusing, kehilangan keseimbangan dan sakit kepala yang kuat.

5. Masalah penglihatan

Kelebihan kolesterol mengarah pada pengembangan masalah penglihatan.

jika tidak ditangani lebih awal, mereka dapat menyebabkan kerusakan permanen.

Ini akan menyebabkan mata berwarna kuning menonjol, iritasi, dan kaburnya penglihatan.

6. Sembelit

Selain itu, penumpukan lipid di arteri juga memengaruhi pencernaan dan menyebabkan sembelit.

7. Nyeri Dada

Nyeri dada adalah gejala yang sangat mudah dikenali.

Meskipun ada banyak penyakit yang berhubungan dengan nyeri dada, sebagian besar kasus terkait dengan kolesterol tinggi.

Penumpukan lemak di arteri membatasi aliran darah, dan karenanya dapat menyebabkan hipertensi.

Ilustrasi
Ilustrasi (Shutterstock)

8. Kelelahan dan kelemahan kronis

Merasa lelah dan lemah sepanjang masa dan selalu ingin tidur pada jam yang tidak biasa.

9. Gatal-gatal

Gatal-gatal terjadi ketika tubuh mengalami kesulitan mengatur kadar kolesterol.

10. Alergi makanan

Meskipun kondisi ini dapat disebabkan oleh banyak faktor.

Akumulasi lemak yang berlebihan di arteri dan hati dapat menyebabkan alergi makanan.

Tips Menurunkan Kolesterol Tinggi

Dikutip dari Kompas, Ahli kardiologi dari Cleveland Clinic, Leslie Cho, mengatakan ada beberapa cara alami yang bisa kita lakukan untuk menurunkan kolesterol.

1. Ubah kebiasaan makan

Cara terbaik untuk menurunkan kolesterol adalah dengan menghindari konsumsi lemak tak sehat (lemak jenuh) dengan pilihan lemak yang menyehatkan, yakni lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda.

Itu sebabnya, kita harus membaca label makanan dengan teliti sebelum mengonsumsinya.

"Kita harus membatasi asupan lemak jenuh. Jangan mengonsumsinya lebih dari 2 gram per porsi dan itu harus mencakup kurang dari 7 persen dari asupan kalori harian," ucap Cho

Lemak jenuh paling sering ditemukan dalam minyak sawit dan minyak kelapa, serta produk hewani seperti daging sapi, babi, dan kulit ayam.

Ilustrasi
Ilustrasi (Ist)

2. Tingkatkan konsumsi serat

Cho merekomendasikankitaagar mengonsumsi 25 hingga 35 gram serat setiap hari.

Pasalnya, serat mengikat kolesterol dan membantu menghilangkannya dari tubuh.

Untuk meningkatkan asupan serat, kita bisa lebih banyak mengonsumsi kacang-kacangan, lentil, sayuran dan buah-buahan.

Tak hanya menurunkan kolesterol, konsumsi cukuo serat juga mengurangi risiko berbagai penyakit, mencegah sembelit dan membuat kita kenyang lebih lama.

3. Konsumsi fitosterol

Fitosterol adalah senyawa yang ditemukan pada beberapa jenis makanan seperti biji-bijian serta banyak sayuran, buah-buahan, dan minyak nabati.

Senyawa ini dapat menghambat penyerapan kolesterol di usus.

Dengan cara tersebut, tingkat kolesterol ditubuh juga akan menurun.

Fitosterol dapat ditemukan dalam margarin, saus salad, dan suplemen makanan.

4. Konsumsi ikan

Ikan dengan daging mengandung minyak - seperti salmon, tuna, dan mackerel - juga membantu menurunkan kadar kolesterol di tubuh.

Cho juga merekomendasikan kita agar mengonsumsi jenis ikan tersebut minimal dua porsi per minggu.

Daging ikan salmon
Daging ikan salmon (istimewa)

5. Makan makanan tinggi magnesium

Melansir Healthy, konsumsi asupan tinggi magnesium terbukti bisa mengontrol kadar kolesterol.

Menurut penelitian, magnesium dapat mencegah penyumbatan pembuluh darah karena kolesterol dan bisa meningkatkan kesehatan jantung.

Kekurangan kalsium bisa meningkatkan risiko serangan jantung, artimia, sampai nyeri dada.

Beberapa makanan yang banyak mengandung magnesium di antaranya tahu, tempe, pisang, kacang-kacangan, gandum utuh, sayuran hijau, ikan, sampai alpukat.

6. Batasi asupan gula

Cara menurunkan kolesterol tinggi secara alami yang kerap dilupakan adalah mengontrol asupan gula.

Sejumlah orang beranggapan, gula hanya terkait dengan penyakit diabetes.

Padahal, konsumsi gula berlebihan juga memengaruhi kolesterol.

Menurut Cleveland Clinic, tingginya asupan gula membuat hati memproduksi lebih banyak kolesterol jahat (LDL).

Selain itu, konsumsi gula berlebihan juga bisa menurunkan kadar kolesterol baik (HDL) sekaligus menghambat enzim pemecah kolesterol trigliserida.

Agar kolesterol dan gula darah tetap stabil, batasi asupan gula dengan meminimalkan minuman manis, makanan olahan, sampai karbohidrat bertepung.

7. Hindari lemak trans

Penderita kolesterol tinggi wajib menghindari asupan tinggi lemak trans yang bisa meningkatkan kadar kolesterol total dan kolesterol jahat (LDL).

Lemak trans dalam jumlah kecil secara alami ditemukan dalam daging sapi, daging kambing, susu, dan produk susu seperti keju.

Selain itu, lemak trans juga terkandung dalam lemak tak jenuh yang telah dimodifikasi dengan proses yang disebut hidrogenasi.

Pemrosesan tersebut membuat bahan makanan punya tekstur yang lebih baik (renyah) dan cita rasa lebih gurih.

8. Rutin berolahraga

Jogging di pantai
Jogging di pantai (Badsey Scooters)

Melansir Mayo Clinic, untuk menurunkan kolesterol tinggi, menjaga pola makan sehat perlu diimbangi dengan kebiasaan aktif bergerak dan olahraga rutin.

Penderita kolesterol disarankan olahraga selama 30 menit sebanyak lima kali per minggu, dan lebih aktif bergerak.

Olahraga dan aktivitas fisik dapat meningkatkan kadar kolesterol baik dan menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah.

Pilih jenis olahraga yang ringan tapi bisa rutin dikerjakan seperti jalan kaki, lari, atau aerobik di rumah.

Selain itu, cari aktivitas yang bisa membuat tubuh lebih aktif bergerak seperti jalan kaki di jam istirahat, sering berdiri, bersepeda ke tempat kerja, atau mengerjakan pekerjaan rumah secara mandiri.

( tribunjogja.com / kompas )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved