Kulon Progo

Stigma Negatif Masyarakat Jadi Kendala Penanganan Penyakit HIV AIDS di Kulon Progo

Adanya stigma negatif itu karena masyarakat menganggap HIV AIDS merupakan penyakit yang memalukan.

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Sri Cahyani
Peringatan hari HIV AIDS Sedunia di Aula Adikarto, Kompleks Pemkab Kulon Progo Selasa (1/12/2020). 

"Angka kematian memang cukup rendah. Ada sekitar 30-an dan itu disertai penyakit penyertanya. Ketika mendapat penanganan penyakit penyertanya, mereka jadi putus obat HIV AIDSnya," terang Baning. 

Adapun wilayah tertinggi temuan penyakit HIV AIDS yaitu Kapanewon Wates, Panjatan, Temon dan Galur. 

Baca juga: Kisah Mami Vin, Berjuang Merawat Para Waria Penderita HIV di Yogyakarta

Perwakilan Konselor HIV Kabupaten Kulon Progo, dr. Melly mengatakan perlu adanya  penekanan terhadap penderita HIV AIDS supaya mereka bisa melakukan pola hidup sehat sehingga lebih bermanfaat terlebih di era pandemi COVID-19 yang serba pembatasan ini. 

"Dengan serba pembatasan tersebut, kita harapkan mereka jangan sampai putus obat karena takut mengakses fasilitas kesehatan," ucapnya. 

Termasuk bagaimana caranya menepis stigma negatif di masyarakat. 

Sehingga pihaknya memberikan saran kepada penderita ODHA untuk jangan takut membuka diri di masyarakat. 

"Intinya mereka harus bisa menerima diri sendiri. Kalau mereka tidak bisa menerima diri sendiri apalagi orang lain. Yang terpenting dibutuhkan saling keterbukaan. Namun mereka juga harus siap dengan penyakitnya sendiri," tutur Melly. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved