Update Corona di DI Yogyakarta

Buntut Klaster COVID-19 18 Orang Sekeluarga, Satu RT di Danurejan Kota Yogya Dibatasi Aksesnya

Satu RT di Kampung Juminahan, Kelurahan Tegalpanggung, Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta saat ini dibatasi aksesnya untuk sementara.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi. 

TRIBUNJOGJA.COM - Satu RT di Kampung Juminahan, Kelurahan Tegalpanggung, Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta saat ini dibatasi aksesnya untuk sementara.

Upaya itu ditempuh, guna menekan sebaran kasus COVID-19 dari sebuah klaster keluarga di lingkungan setempat.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 18 orang dari satu keluarga dan tinggal dalam satu rumah di Juminahan positif terpapar COVID-19.

Setelah dilakukan skrining lebih lanjut, muncul tambahan enam kasus baru, yang seluruhnya merupakan tetangga di sekitarnya.

Baca juga: Pandemi Covid-19 Belum Usai, Pemkot Yogyakarta Ingatkan Pentingnya Penerapan PHBS

Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, pihaknya memutuskan tidak melanjutkan skrining seusai muncul enam kasus tambahan tersebut.

Sebab, dengan tingkat kepadatan yang tinggi, disinyalir sebarannya sudah masif.

"Itu kan satu rumah, terus ada enam tetangga yang diswab, semuanya positif. Kemudian teman-teman dari kecamatan itu datang ke sana, melihat kepadatan hunian sedemikian rupa, ya sudah tidak perlu dites, langsung kita isolasi semua," ungkap Heroe, Senin (30/11/2020).

Wakil Wali Kota Yogyakarta tersebut mengatakan, dengan kepadatan penduduk yang begitu tinggi di lingkungan itu, dimungkinkan protokol kesehatannya pun tak diterapkan secara maksimal.

Sehingga, pihaknya sampai membuat sebuah posko pengawasan khusus.

"Sejak satu minggu terakhir kita batasi pergerakan satu RT itu. Bukan lockdown ya, hanya kita batasi, tidak boleh keluar, kecuali dapat izin dari posko. Jadi, yang boleh keluar hanya orang-orang tertentu saja," ujarnya.

"Kita sudah membentuk tim, dibuat posko di sana, kita akan upayakan perbaikan protokol kesehatan di sana, termasuk orang yang boleh keluar masuk, untuk kerja misalnya, itu diawasi betul-betul," imbuh Heroe.

Baca juga: Kasus Covid-19 DI Yogyakarta Melonjak, Kapasitas Tempat Tidur Non Critical 90 Persen Penuh

Ia juga menjelaskan, warga dapat memahami, serta bersedia mengikuti arahan dari Satgas COVID-19.

Bahkan, kebutuhan pokok sehari-hari, seperti makanan dan minuman pun bisa dipenuhi secara mandiri.

Oleh sebab itu, pihaknya tidak menyiapkan logistik untuk warga.

"Sudah ada kesepakatan dengan warga ya, mereka sanggup memenuhi sendiri, kita hanya menyuplai obat-obatan, atau vitamin untuk kesehatan," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved