Yogyakarta
Tekan Penularan COVID-19, Sekda DIY Imbau Ponpes Punya Ruang Isolasi Mandiri
Sekda DIY inginkan pondok pesantren (ponpes) memiliki ruang isolasi mandiri untuk memisahkan santri yang terkonfirmasi positif COVID-19.
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) inginkan pondok pesantren (ponpes) memiliki ruang isolasi mandiri untuk memisahkan santri yang terkonfirmasi positif COVID-19.
Selain itu, para santri yang masih berada di rumah masing-masing diimbau agar menunda keberangkatan ke ponpes hingga kondisi memungkinkan.
Pernyataan itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji, lantaran dirinya mengetahui klaster pendidikan, khususnya di ponpes di Kabupaten Sleman sempat mengalami kenaikan.
Aji tidak setuju apabila terdapat satu santri yang terkonfirmasi positif lalu dipulangkan ke tempat asal.
Baca juga: BREAKING NEWS : Bertambah 46 Kasus COVID-19 dari Klaster Perkantoran dan Pendidikan di Bantul
"Jadi kalau ada santri positif, kalau dipulangkan malah jadi masalah di tempat asal," katanya, Jumat (27/11/2020) lalu di kompleks Kepatihan.
Sehingga, ia menegaskan agar pihak ponpes perlu menyediakan ruang isolasi supaya para santri yang terkonfirmasi positif COVID-19 tidak berbaur dengan santri yang lain.
Selain itu, Aji juga menyampaikan prioritas masing-masing ponpes tetap memperhatikan protokol kesehatan.
Sementara lanjut dia, untuk santri yang belum terkonfirmasi positif COVID-19, agar pihak ponpes bersedia memulangkan santri tersebut ke tempat asal.
"Kalau anak-anak yang sehat bisa jadi pertimbangan bagi pengasuh ponpes, untuk dikembalikan kepada orang tua. Supaya tidak berbaur dengan yang positif COVID-19. Saya kira bisa jadi pertimbangan," tegas Aji.
Untuk para santri yang masih di rumah masing-masing, Aji mengimbau agar tidak berangkat ke ponpes terlebih dahulu.
Baca juga: Muncul Klaster Pendidikan, Dinkes Sleman Minta Sekolah Taat Protokol Kesehatan
Alasannya, jumlah anak-anak yang banyak menurutnya cukup sulit dikontrol, sehingga membuat pengawasan di ponpes menjadi tidak maksimal.
"Yang belum berada di ponpes saya imbau supaya jangan datang dulu. Silakan di rumah masing-masing dulu," ungkapnya
Sebelumnya diberitakan Tribunjogja.com, terdapat dua ponpes di Kabupaten Sleman yang menjadi tempat penyebaran COVID-19.
Ada puluhan santri yang terkonfirmasi positif COVID-19.
Selain di Sleman, penyebaran COVID-19 di lingkungan pondok pesantren juga ditemukan di Kabupaten Bantul. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/banyak-kasus-positif-di-kantor-pemerintahan-sekda-diy-ingin-satpol-pp-patroli-ke-masing-masing-opd.jpg)