Breaking News:

Puluhan Seniman Kenamaan Yogyakarta Melukis Bersama di UIN Sunan Kalijaga

Pimpinan kampus UIN Sunan Kalijaga mengundang para seniman dan kurator, Sabtu (28/11/2020) untuk mengajak berdialog, melukis bersama, menari

Tribunjogja/ Maruti A Husna
Sebanyak 30 seniman dan kurator DIY berdialog dan melukis bersama di UIN Sunan Kalijaga atas undangan Rektor UIN Sunan Kalijaga, Sabtu (28/11/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Seperti sebuah reuni, sebanyak 30 seniman dan kurator asal DIY berkumpul dan bercanda bersama siang itu.

Acara itu tak hanya melibatkan kalangan seniman, namun juga kalangan pendidikan karena diinisiasi oleh UIN Sunan Kalijaga

Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof Al Makin yang berada di tengah-tengah para seniman, tampak bergaya santai.

Mengenakan kaus ungu lengkap dengan celemek. Pertanda ia siap untuk menghasilkan suatu karya lukis. 

Pimpinan kampus UIN Sunan Kalijaga mengundang para seniman dan kurator, Sabtu (28/11/2020) untuk mengajak berdialog, melukis bersama, menari, juga menyanyi yang tujuannya mempromosikan seni sebagai salah satu pilar untuk dikembangkan dalam pendidikan dan juga untuk menghibur. 

Baca juga: OJK DI Yogyakarta Dukung UMKM Manfaatkan Pasar Digital

Baca juga: XL Axiata Terus Raih Pertumbuhan Kinerja di Tengah Pandemi

Sederet nama seniman dan kurator yang hadir di forum ini antara lain Butet Kartaredjasa, Djoko Pekik, Kartika Affandi, M. Agus Burhan, Edi Sunaryo, Marwoto Kawer, Susilo Nugroho Den Baguse, Anusapati, Suwarno Wisetrotomo.

Ada juga Nasirun, Ivan Sagito, Budi Ubrux, Hari Budiono,  Ong Hari Wahyu, Sigit Santosa, Bambang Herras, Yuswantoro Adi, Jumaldi Alfi, Melodia, Pupuk DP, Wayan Cahya, Bambang Pramudiyanto, Kuss Indarto, Putu Sutawijaya, Made Mustika, Shri Krishna Encik, Yakobus Varame, Bambang Paningron, Erica Hestu Wahyuni, dan Totok Buchori.

"Rakyat Indonesia terlalu serius mikir politik terus, mikir hal-hal yang berat-berat, mari kita mikir yang indah-indah. Melukis, menari, menyanyi, yang menyatukan kita bangsa Indonesia. Dalam seni itu bisa menyatukan yang berbeda-beda. Dalam seni tidak akan ada yang bertanya agamanya apa, etnisnya apa, semua yang berbeda menyatu menikmati keindahan seni, hingga bisa melupakan konflik untuk bersatu membangun bangsa," ujar Al Makin. 

Menurutnya, Indonesia juga memiliki kekayaan seni budaya yang luar biasa, kalau itu bisa dikembangkan, akan bisa meredam konflik sekaligus menjadikan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang dikagumi dunia karena kekayaan seni dan budayanya.

Al Makin menjelaskan, forum ini dilakukan dalam rangka mempromosikan seni-budaya sebagai salah satu unsur dari empat unsur utama yang harus dikembangkan dalam pendidikan, termasuk pendidikan tinggi. 

Ia menerangkan, pendidikan memiliki empat unsur utama, yakni etika/akhlak/pembangunan karakter, estetika/seni-budaya, kognitif, dan olahraga. Menurutnya, kampus-kampus masih saja hanya menekankan kognitif dan itu sifatnya masih hafalan, bukan pencarian atau pun penelitian. "Itulah maka sering menjadi masalah," imbuhnya. 

Pada periode kepemimpinannya selama empat tahun ke depan, Prof Al Makin bertekad untuk mengembangkan empat pilar utama pendidikan dalam mendidik semua mahasiswa UIN Sunan Kalijaga

Untuk itu, pada kesempatan kali ini pihaknya mengundang para seniman dan kurator.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved