Breaking News:

Pertamina : Belum Semua Penerbangan Dibuka, Konsumsi Avtur Masih di Bawah Normal

"Karena selain efek pandemi, maskapai juga tidak membuka banyak penerbangan. Sehingga konsumsi avtur tidak terlalu banyak," ujarnya,

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
istimewa
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pertamina mencatat konsumsi bahan bakar penerbangan atau avtur di Yogyakarta masih jauh di bawah normal.

Hal itu lantaran maskapai yang ada saat ini tidak membuka terlalu banyak penerbangan.  

Pejabat sementara (Pjs) Unit Manager Communication Relations & CSR Pertamina Regional Jawa Bagian Tengah Arya Yusa Dwicandra menjelaskan bahwa konsumsi avtur saat ini masih di angka 100 kilo liter per hari.

Sedangkan saat normal atau sebelum pandemi, rata-rata bisa di angka 230 sampai 250 kilo liter per hari.

"Karena selain efek pandemi, maskapai juga tidak membuka banyak penerbangan. Sehingga konsumsi avtur tidak terlalu banyak," ujarnya, Kamis (26/11/2020).

Baca juga: UPDATE Covid-19 Hari Ini 26 November 2020: Kasus Baru Tambah 4.917, Total Kumulatif Jadi 516.753

Baca juga: Dukung Program Kartu Tani, Akademisi UGM : Kesiapan Petani Harus Diperhatikan

Ia menceritakan, di awal pandemi Covid-19, pemerintah juga menutup akses penerbangan, akibatnya konsumsi avtur juga anjlok terlalu dalam.

Turunnya bahkan bisa sampai 90 persen. Pun demikian, di awal pandemi penerbangan yang ada pun hanya untuk keperluan tertentu saja, misalnya perjalanan dinas atau pengiriman alat pelindung diri (APD).

"Bahkan pernah per hari 20-30 kilo leter. Avtur mulai naik, ketika penerbangan sudah dibuka di Juni-Juli. Saat ini sudah merangkak naik, walaupun tidak signifikan. Tapi ke depannya kalau memang pandemi sudah hilang, kami sudah siapkan stok yang cukup banyak," tandasnya.  

Sementara itu terkait konsumsi BBM, Arya mengungkapkan bahwa untuk saat ini masih 10 persen di bawah normal.

Jika diakumulasikan, di wilayah Jawa Bagian Tengah konsumsi BBM bisa mencapai 11 juta liter per hari, sementara saat normal bisa mencapai 12 juta liter per hari.

Baca juga: Peringatan Dini BMKG: Jumat Besok, Waspada Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah

Baca juga: Muncul Klaster Pendidikan, Dinkes Sleman Minta Sekolah Taat Protokol Kesehatan

"BBM sudah merangkak naik ketimbang tiga bulan lalu yang cuma diangka 9-10 juta liter. Pun saat long weekend kemarin, di Yogyakarta juga tidak mengalami kenaikan signifikan," paparnya.  

Hal itu disebabkan banyaknya pengguna kendaraan, khususnya roda empat yang datang ke Yogyakarta mengisi BBM-nya di area tol atau rest area di Jawa Tengah.  

"Naiknya hampir 200-300 persen di tol. Sedangkan di Yogyakarta naiknya hanya 10 persen saja pas long weekend," ungkapnya.

Terkait penyaluran LPG tidak mengelami kenaikan ataupun penurunan, yakni di angka 440 Metric Ton (MT) per harinya.

Angka ini sudah sesuai dengan kuota yang ditetapkan pemerintah. (nto)  

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved