Berita Kesehatan

5 Cara Mendeteksi Demam, Manakah Termometer yang Paling Akurat?

Untuk mendapatkan hasil yang akurat, Anda bisa menggunakan bantuan alat yakni termometer untuk mengukur suhu tubuh ketika demam

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Kondisi demam biasanya dapat dikenali dengan menyentuh langsung bagian badan atau kepala. Namun ini tentu saja merupakan cara paling praktis dan tradisional. Cara ini tidak memberikan ukuran yang akurat berapa sebenarnya suhu tubuh.

Untuk mendapatkan ukuran yang akurat, maka diperlukan bantuan alat dengan termometer yang ditempatkan di titik tubuh semisal lewat mulut maupun lewat lipatan ketiak.

Dalam bidang medis, ada 5 cara utama dalam mendeteksi kondisi demam tersebut. Tapi manakah di antara cara tersebut yang terbukti mampu menyediakna data suhu yang paling akurat? Berikut ulasannya ;

1. Termometer Oral

Termometer digital oral menggunakan sensor panas elektronik untuk mengukur suhu tubuh Anda. Mengukur suhu tubuh secara oral adalah metode paling efektif untuk orang dewasa, menurut spesialis penyakit dalam Michelle N. Brooks , MD, asisten profesor dan akademisi rumah sakit di VCU Health.

Termometer oral juga dapat digunakan untuk anak - anak di atas usia 4 tahun yang dapat menutup mulut saat suhu diukur, sehingga pembacaannya akurat.

Untuk mengukur suhu Anda secara oral, lakukan hal berikut:

  • Nyalakan termometer dan letakkan ujungnya di bawah lidah Anda ke arah belakang mulut Anda.
  • Tutup bibir Anda di sekitar termometer.
  • Pegang termometer di tempatnya menggunakan bibir dan jari Anda. Jangan gigit.
  • Setelah satu menit, atau ketika termometer berbunyi bip, keluarkan dari mulut Anda dan baca suhunya.

2. Termometer Telinga

Termometer telinga, juga dikenal sebagai termometer timpani, mengukur gelombang panas inframerah dari gendang telinga. Dapat digunakan untuk bayi di atas 6 bulan, anak-anak, dan orang dewasa.

Cara ini tidak disarankan untuk bayi yang lebih kecil karena saluran telinganya terlalu kecil untuk pembacaan yang akurat.

Jika Anda atau anak Anda mengalami sakit telinga, Anda harus menggunakan termometer telinga di telinga lainnya untuk mencegah rasa sakit lebih lanjut dan karena peradangan akibat infeksi telinga dapat menyebabkan pembacaan suhu yang sedikit lebih tinggi . 

Ikuti langkah-langkah berikut untuk mengukur suhu telinga Anda: 

  • Pastikan saluran telinga bebas dari kotoran telinga , yang dapat mengganggu pembacaan suhu. 
  • Tarik telinga ke atas dan ke belakang dengan lembut untuk membantu meluruskan liang telinga.
  • Nyalakan termometer dan masukkan probe sampai liang telinga tertutup, atau tidak lebih dari petunjuk yang ditunjukkan.
  • Tahan di tempatnya sampai berbunyi bip.
  • Keluarkan lalu baca suhunya.

3. Termometer Dahi

Termometer ini, juga disebut termometer arteri temporal, mengukur gelombang panas inframerah yang berasal dari pembuluh darah yang terletak di bawah kulit di dahi Anda.

Dapat digunakan untuk bayi berusia lebih dari 3 bulan, anak-anak, dan orang dewasa. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved