Update Corona di DI Yogyakarta
Selepas Libur Panjang Akhir Oktober, Kasus COVID-19 di Kota Yogyakarta Melonjak Tiga Kali Lipat
Seusai libur panjang dan cuti bersama pada akhir Oktober, kasus COVID-19 di Kota Yogyakarta mengalami lonjakan signifikan.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Seusai libur panjang dan cuti bersama pada akhir Oktober, kasus COVID-19 di Kota Yogyakarta mengalami lonjakan signifikan.
Akan tetapi, pemerintah setempat tidak melihat peningkatan yang mencapai tiga kali lipat tersebut sebagai imbas langsung dari longweekend.
Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi berujar, kasus harian di wilayahnya sebelum liburan tiga pekan silam masih berada di angka 45.
Namun, saat ini, berdasar data per Selasa (24/11/2020) pada pukul 12.00 WIB telah menyentuh 170 kasus aktif.
Baca juga: BREAKING NEWS : Seorang Pegawai Positif COVID-19, Kantor Kalurahan Demangrejo Ditutup Sementara
"Ya, perkembangan kasus Covid-19 ini memang mengalami kenaikan, terutama jika dibandingkan sebelum masa liburan akhir Oktober yang lalu. Bahkan, dalam tiga minggu seusai liburan ada kenaikan lebih dari tiga kali lipat," ucap Wakil Wali Kota Yogyakarta itu, Selasa (24/11/2020).
Walau begitu, lanjutnya, pertumbuhan kasus di Kota Pelajar ini lebih banyak terjadi di lingkup keluarga.
Sehingga, ia tidak bisa mengatakan lonjakan COVID-19 tersebut sebagai dampak dari libur panjang, meski harus diakui Kota Yogyakarta jadi destinasi favorit wisatawan berbagai daerah.
"Secara langsung belum bisa dikatakan karena pengaruh liburan di Kota Yogyakarta kemarin. Sebab, jika kita melihat datanya, kebanyakan itu dari warga Kota Yogyakarta yang terkena saat melakukan perjalanan luar kota, baik bekerja, maupun liburan ya," ungkap Heroe.
Ia pun mencontohkan, terdapat satu anggota keluarga yang melakukan perjalanan luar kota untuk bekerja, atau liburan. Kemudian, dirinya sudah dalam kondisi terpapar COVID-19 saat kembali ke Kota Yogyakarta, sehingga menularkan kepada anggota keluarga lainnya di rumah.
Baca juga: BREAKING NEWS : Kepala Dinsos Kota Yogyakarta Positif Covid-19, Pelayanan Publik Diliburkan
"Atau, anggota keluarga terpapar dari rekan kerja di kantor dan menularkannya di rumah. Keseluruhan dari penularan COVID-19 di rumah tangga itu sekitar 65 persen dari semua kasus positif di Kota Yogyakarta," ucapnya.
Karena itu, Heroe menekankan kepada masyarakat, supaya tetap menjalankan protokol kesehatan dengan baik, selama di rumah.
Misalnya, sepulang dari perjalanan, diharuskan mandi dan mengganti pakaiannya sebelum berinteraksi dengan anggota keluarga lainnya di dalam rumah.
"Begitu juga dengan perkantoran, diharapkan prokes ini tetap dijalankan. Jangan karena setiap hari ketemu, terus seolah-olah tidak berisiko. Setiap orang punya interaksi di luar dan bisa jadi berisiko terpapar," ujarnya. (TRIBUNJOGJA.COM)