Residivis Curanmor di Surabaya Reuni dengan Sesama Mantan Napi, Sehari Gasak Hingga 5 Motor

Residivis Curanmor di Surabaya Reuni dengan Sesama Mantan Napi, Sehari Gasak Hingga 5 Motor

Editor: Hari Susmayanti
SURYA.CO.ID/Firman Rachmanudin
Kapolsek Sukolilo, AKP Subiyantana didampingi Kanit Reskrim Polsek Sukolilo, Iptu Zainul Abidin saat menunjukkan tersangka pencurian sepeda motor di Surabaya dan barang bukti. 

TRIBUNJOGJA.COM, SURABAYA - Dua residivis spesialis pencurian sepeda motor di wilayah Surabaya ditembak polisi lantaran hendak berusaha kabur saat diminta menunjukan lokasi penadahnya.

Kedua pelaku adalah Abdul Ghofar (35) dan Supandi (38), keduanya asal Desa Sawah Tengah, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang.

Keduanya ditembak di bagian kakinya saat berusaha kabur ketika diminta menunjukan lokasi penadahnya di wilayah Madura.

Sebelum diamankan polisi, kedua pelaku menggasak sepeda motor milik Ainul (19) warga Bojonegoro, yang bekerja di studio foto wilayah Tenggilis Surabaya pada Jumat (20/11/2020) sore lalu.

Dua pelakunya diringkus Unit Reskrim Polsek Sukolilo saat hendak melakukan aksinya di Jalan Nginden Semolo Surabaya.

"Keduanya kami tangkap saat usai menyerahkan sepeda motor curian ke kurir. Lalu mereka hendak beraksi lagi di wilayah Nginden.

Saat kami tangkap mereka tak berkutik, usai kami temukan puluhan alat berupa kunci T yang sudah diruncingkan di tas milik pelaku," beber Kapolsek Sukolilo, AKP Subiyantana didampingi Kanit Reskrim Polsek Sukolilo, Iptu Zainul Abidin, Senin (23/11/2020).

Meski sudah ditangkap, keduanya yang dikeler menuju lokasi penadah tetap memilih berbelit-belit.

Bahkan, beberapa kali menunjukkan alamat rumah yang palsu.

Baca juga: Kronologi Pembunuhan Sadis di Tulungagung, Budi Habisi Tetangga Pakai Kursi Kayu, Tang dan Mesin Bor

Baca juga: Resep Jurus Sehat Rasulullah Ala dr Zaidul Akbar : Sirup Madu Jeruk Nipis Sehat dan Segar

Begitu sampai di wilayah Madura, keduanya berusaha kabur saat dikeler.

Hal itu membuat polisi terpaksa melakukan tindakan tegas dengan menembak kaki para pelaku untuk melumpuhkannya.

Hasil penyidikan, kedua pelaku itu merupakan residivis yang tengah "reuni" dengan sesama tahanan lapas Medaeng.

Bahkan, Abdul Gofar baru 10 hari menghirup udara bebas, memilih melakukan aksinya bersama Supandi yang dikenalnya di rutan.

"Satu lagi, kurir motornya itu juga pernah ditahan di Rutan Medaeng. Mereka sepakat beraksi lagi saat sudah keluar penjara," tambahnya.

Dari pengakuannya, Gofar nekat mencuri karena kebutuhan.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved