Pemerintah Perpanjang Program BST Hingga 2021, Ini Alasannya

Banyaknya warga kurang mampu yang tidak menerima BST pada 2020 menjadi perhatian pemerintah pusat

Editor: Hari Susmayanti
Biro Pers Sekretariat Presiden
Menteri Sosial RI, Juliari Batubara 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Banyaknya warga kurang mampu yang tidak menerima bantuan sosial tunai (BST) pada 2020 menjadi perhatian pemerintah pusat.

Rencananya, pemerintah akan memperpanjang program bantuan sosial tunai hingga 2021 mendatang.

Namun sebelum dilaksanakan pencairan, pemerintah akan melakukan validasi ulang terhadap penerima bantuan.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan agar penerima bantuan benar-benar tepat sasaran.

Rencana perpanjangan program BST ini disampaikan secara langsung oleh Menteri Sosial Juliari P Batubara.

Menurut dia, perpanjangan ini dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) yang belum menerima BST.

“Untuk penerima BST, saya minta dilakukan validasi ulang agar penerimanya tidak orang yang itu-itu saja.

Masih banyak yang membutuhkan,” ujar Juliari seperti dikutip dari laman setkab.go.id, Senin (23/11/2020).

Baca juga: Anies Baswedan Kembali Perpanjang PSBB Transisi di DKI Jakarta Selama 2 Pekan

Baca juga: UPDATE Kondisi Gunung Merapi: Detik - Detik Guguran Lava Terekam CCTV BPPTKG

Dia mengatakan, perpanjangan program BST bertujuan untuk menjaga pemulihan ekonomi nasional sejumlah 10 juta KPM pada 34 provinsi.

Adapun anggaran yang disiapkan untuk menyalurkan BST sebesar Rp 12 triliun.

Selain BST, program bansos pangan program sembako juga diperpanjang untuk 18,8 juta KPM, dengan anggaran yang disiapkan sebesar Rp 45,12 triliun.

Keputusan memperpanjang ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk membantu masyarakat kurang mampu memenuhi kebutuhan hidupnya selama masa pandemi Covid-19.

Juliari pun mengatakan, untuk masyarakat yang belum pernah mendapatkan bansos, khususnya yang terdampak Covid-19 dapat mengajukan diri ke pemerintah daerah untuk dilakukan pendataan terlebih dahulu.

“Apabila ada yang merasa belum pernah dapat apa-apa (bansos) sama sekali datang ke dinas sosial atau kantor kecamatan seperti ini, sampaikan,” ujarnya.

Dengan adanya peran aktif masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial untuk melaporkan diri ke petugas daerah, imbuhnya, maka bantuan bisa diberikan sesuai dengan kriteria dari pendataan yang dilakukan.

“Insya Allah melalui pemerintah daerah kita bisa memberikan bantuan, nanti tinggal dilihat saja bentuknya apakah tunai, apakah barang, apakah nontunai nanti akan disesuaikan,” jelas dia.

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com dengan judul " Jaga Pemulihan Ekonomi, Pemerintah Bakal Perpanjang Program Bansos Tunai hingga 2021

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved