Polisi Sebut Oknum Ojol Perampas HP Kerap Beraksi di Alun-alun Kota Yogyakarta

AD alias Duwoh oknum ojek online warga Demak, Jawa Tengah yang menjadi tersangka kasus perampasan handphone disebut polisi kerap melancarkan aksinya

TRIBUNJOGJA.COM / Yosef Leon
Oknum ojol warga Demak, Jawa Tengah saat dihadirkan dalam sesi jumpa pers di Mapolresta Yogyakarta, Senin (16/11/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - AD alias Duwoh oknum ojek online warga Demak, Jawa Tengah yang menjadi tersangka kasus perampasan handphone disebut polisi kerap melancarkan aksinya di Alun-alun Kota Yogyakarta.

Tercatat, Duwoh yang juga residivis kasus yang sama itu telah tiga kali beraksi di tempat yang berbeda-beda. 

"Dia residivis kasus yang sama yakni perampasan. Dia pernah beraksi di Alun-alun Klaten, Sleman, dan Bantul," kata Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, AKP Riko Sanjaya, Senin (16/11/2020). 

Riko menjelaskan, Duwoh lebih dulu mengintai korbannya sebelum beraksi.

Ia kerap mengincar anak di bawah umur yang mudah diakali dengan modusnya. 

Baca juga: Buntut ASN Disdukcapil Positif Covid-19, Kantor Diskominfo Kulon Progo Juga Disemprot Disinfektan

Baca juga: Nilai Ekspor DI Yogyakarta Pada September Naik 12,82 Persen Dibandingkan Agustus 2020

Baca juga: Ini Halte Sedekah di Bantul yang Menyediakan Makanan Gratis, Isi Semampunya dan Ambil Seperlunya

"Modusnya menuduh korban melakukan kekerasan terhadap ponakannya. Lalu merampas," ujar Riko. 

Disebutkan, dia juga beraksi secara mandiri dan tidak membekali diri dengan senjata tajam.

Dengan cara itu dia kerap menggondol barang-barang milik korban seperti HP lalu menjualnya secara daring. 

Seperti yang dilakukannya terhadap empat orang korban di Alun-alun selatan pada 22 Oktober 2020 malam lalu. 

Baca juga: LPPM UIN Sunan Kalijaga Berikan Tali Asih Korban Bencana Tanah Longsor Kulonprogo

Baca juga: BMKG Yogyakarta : Beberapa Wilayah di DI Yogyakarta Telah Memasuki Awal Musim Hujan

Baca juga: PT Taman Wisata Candi Ungkapkan Pentingnya Penerapan Prokes dan Standarisasi Sektor Pariwisata

Dengan menuduh korban telah melakukan pengeroyokan terhadap ponakannya, Duwoh memaksa korban untuk menyerahkan HP-nya dengan dalih untuk memeriksa percakapan WhatsApp mereka. 

Setelahnya itu, dia membawa kabur HP tersebut dengan alasan sebagai jaminan dan untuk mengecek hal tersebut kepada ponakannya, kemudian kabur dengan hasil rampasannya. 

Akibat ulahnya, Duwoh dijerat dengan pasal 368 KUHP dengan ancaman hukuman penjara sembilan tahun. (jsf)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved