Kriminalitas
Cekcok Sering Dibohongi, Pria di Bantul Tembak Tetangganya dengan Air Gun
Warga Bantul diamankan oleh petugas kepolisian karena nekat melakukan aksi penembakan menggunakan air gun.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Wartawan Tribun Jogja, Ahmad Syarifudin
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL- Seorang pria di Bantul, berinisial BP (25) warga Wijirejo, Kecamatan Pandak, terpaksa harus berurusan dengan pihak berwajib.
Ia diamankan oleh petugas Kepolisian, setelah nekat melakukan aksi penembakan menggunakan air gun terhadap Riskuna Okta Nurmafiaji, yang tidak lain merupakan tetangganya sendiri.
Kapolsek Pandak, Ajun Komisaris Polisi Wartono menceritakan, kejadian bermula ketika Kamis (12/11/2020) malam, pelaku yang juga seorang sopir truk, menghubungi korban, dengan keperluan menanyakan apakah jadi order muatan barang.
Tetapi oleh korban dijawab bahwa orderan sudah diberikan kepada orang lain sehingga pelaku geram.
Baca juga: Baku Tembak TNI dengan KKSB Kembali Terjadi di Pegunungan Bintang Papua
Sebab, selama ini merasa selalu dibohongi oleh korban, soal order muatan barang.
Pelaku yang marah, sekira pukul 22.15 WIB, kemudian mendatangi rumah korban membawa air gun yang sudah dipersiapkan, dengan niat ingin membuat perhitungan.
Sebelum ke rumah korban, pelaku sempat juga mengonsumsi minuman keras.
"Pelaku ini mendatangi rumah korban dengan mengendarai sepeda motor. Kemudian dengan nada tinggi dan mabuk, mengajak korban keluar rumah," terangnya, Jumat (13/11/2020).
Ajakan dari pelaku disanggupi oleh korban. Keduanya kemudian berjalan keluar.
Tak berselang lama, sesampainya di depan rumah tetangga, terjadi cekcok antara pelaku dengan korban.
Karena sudah tersulut emosi, pelaku kemudian langsung menembak korban menggunakan senjata air gun yang telah dipersiapkan.
Menurutnya, tembakan yang dilepaskan 8 kali dengan jarak sekitar 3 meter.
"Mengenai kepala, badan dan tangan korban," kata AKP Wartono.
Kejadian itu, sempat dilerai oleh para tetangga sekitar rumah karena terjadi keributan.
Bahkan, senjata air gun yang digunakan oleh pelaku sempat diamankan oleh tetangga.
Baca juga: Ada Kebakaran Hutan, Tagar #SavePapua Jadi Trending Topic di Twitter, Ada Apa?
Namun kemudian diminta kembali oleh pelaku. Korban yang terkena tembakan bertubi-tubi itu kontan saja mengeluarkan banyak darah dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit untuk mendapat perawatan medis.
Beruntung, luka akibat tembakan yang diderita korban tidak fatal.
"Sempat dirawat di rumah sakit dan sekarang sudah pulang. Tidak terlalu berat. Kalau (lukanya) berat mungkin masih opname. Tapi sekarang sudah pulang," kata Wartono
Menurut Kapolsek, antara korban dan pelaku sebenarnya teman bahkan tetangga.
Tetapi pelaku sakit hati dan dendam karena merasa sering dibohongi soal muatan barang.
Padahal, pengakuan dari pelaku, dirinya sudah mengeluarkan banyak uang untuk memperbaiki truk-nya.
Disinggung soal muatan barang apa yang selalu dijanjikan oleh korban, Wartono mengaku masih mendalaminya.
"Saat ini, masih dalam penyelidikan. Apabila bukti-buktinya kuat, akan dinaikkan menjadi penyidikan," ungkapnya. Kasus tersebut saat ini ditangani oleh jajaran Kepolisian Sektor Pandak. (TRIBUNJOGJA.COM)