Baku Tembak TNI dengan KKSB Kembali Terjadi di Pegunungan Bintang Papua
Tidak ada anggota TNI yang menjadi korban dalam kontak tembak yang terjadi pada 09.30 WIT tersebut.
TRIBUNJOGJA.COM - Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali terlibat kontak tembak dengan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB), di Distrik Serambakon Kabupaten Pegunungan Bintang Papua pada hari ini Selasa (20/10/2020).
Kapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Arm Reza Nur Patria, mengatakan tidak ada anggota TNI yang menjadi korban dalam kontak tembak yang terjadi pada 09.30 WIT tersebut.
"Pada tanggal 20 Oktober 2020 sekira pukul 9.30 WIT telah terjadi kontak tembak antara Satgas Pamtas Yonif 312/KH dengan KSB TPNPB di Distrik Serambakon Kabupaten Pegunungan Bintang. Tidak ada korban dari pihak TNI saat terjadi kontak tembak tersebut," kata Reza dalam keterangannya pada Selasa (20/10/2020).
Baca juga: KKB Papua Tembaki Rombongan TGPF Pembunuhan Pendeta Yeremia, Dosen UGM Tertembak
Baca juga: Kronologi Prajurit TNI Serbu KKB Papua, Mengintai 4 Jam Sebelum Tewaskan Anak Buah Egianus Kogoya
Reza mengatakan hingga saat ini pihaknya masih melakukan inveatigasi lebih lanjut terkait hal tersebut.
Selain itu, ia mengajak masyarakar untuk berdoa bersama agar situasi di Papua semakin kondusif.
"Sampai dengan saat ini masih dilaksanakan investigasi lebih lanjut terhadap pihak yang melaksanakan penembakan. Kita doakan bersama semoga situasi semakin kondusif dan saudara-saudara kita yang berbeda pendapat dapat sadar dan kembali membangun daerahnya dalam bingkai NKRI," kata Reza.

Kekuatan Temput KKB di Intan Jaya
Kekuatan tempur Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua pimpinan Sebinus Waker yang kini menguasai Kabupaten Intan Jaya, tampaknya tak main-main.
Hal ini membuat Polri mengalami kesulitan melakukan olah TKP di daerah tersebut.
Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw, mengakui anggotanya kesulitan datang ke Hipadipa untuk melakukan olah TKP karena wilayah itu sudah dikuasai KKB Papua Sebinus Waker.
Selain sudah dikuasai KKB Papua, jalan menuju wilayah itu hanya satu jalan yang ditempuh sekitar delapan jam dari Sugapa.
Melansir dari Antara, Paulus Waterpauw meminta bantuan satuan tugas (satgas) yang bertugas di Intan Jaya untuk mengamankan perjalanan dan proses olah TKP.
Baca juga: Pemerintah Bentuk Tim Pencari Fakta Pembunuhan Pendeta Yeremia dan Teror KKB di Papua
Baca juga: Kronologi Rombongan Polisi Ditembaki KKB Papua di Wilayah Sugapa Intan Jaya
Diakui, tanpa melakukan olah TKP, polisi tidak bisa menyelidiki kasus tersebut walaupun sudah ada keterangan dari para saksi.
Olah TKP harus dilakukan untuk mengetahui posisi sebetulnya saat korban pertama kali ditemukan serta investigasi lainnya guna mengungkap kasus tersebut.
Namun, dengan kondisi yang ada di lapangan saat ini maka pihaknya akan meminta bantuan satuan tugas yang bertugas di wilayah ini untuk membantu mengamankan personil ke lokasi dan saat melakukan olah TKP.
