Kapolda Jateng Tinjau Pengungsi Merapi, Sebut Hewan Ternak Ditempatkan di Lokasi Khusus
Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan jika hewan ternak pengungsi Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Merapi
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan jika hewan ternak pengungsi Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Merapi di tiga desa yang berada di Kabupaten Klaten akan ditempatkan di lokasi khusus.
Hal itu ia tegaskan saat meninjau pengungsi di lereng Gunung Merapi, tepatnya di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Rabu (11/11/2020).
"Terkait evakuasi ternak, atas inisiatif Kapolres Klaten dan para relawan, ternak-ternak ini sudah disiapkan lokasi khusus. Di lokasi ini nantinya akan ada petugas yang jaga," ujarnya pada awak media.
Baca juga: IAPMO : Standar Plambing Penting Diterapkan untuk Menjamin Kualitas dan Melindungi Manusia
Baca juga: Deretan Miliarder Dunia yang Jadi Sumber Dana di Balik Kemenangan Joe Biden Atas Donald Trump
Ia menambahkan, jika sewaktu-waktu Gunung Merapi mengalami peningkatan aktivitas, hewan-hewan ternak milik warga tersebut sudah tahu kemana akan dievakuasi.
Disamping itu, Jenderal bintang dua ini juga mengapresiasi kesiapan evakuasi mandiri masyarakat karena sudah dilatihkan untuk menyiagakan kendaraan pribadinya, jika sewaktu-waktu harus evakuasi darurat termasuk kesiapan sarana evakuasi massal mandiri.
Pada kesempatan itu, Kapolda Jateng juga menyerahkan sejumlah bantuan seperti sembako, obat-obatan hingga selimut bagi para pengungsi.
Pantauan Tribun Jogja di lapangan, Kapolda tiba sekitar pukul 11.30 WIB. Ia sempat melakukan pengecekan ruang CCTV dan seismograf yang digunakan untuk memantau aktivitas Gunung Merapi di desa tersebut.
Selain itu, ia juga melakukan pengecekan kondisi pengungsi di ruang aula Balai Desa yang dihuni sebanyak 88 pengungsi. Setelahnya juga sempat melihat kondisi dapur umum di lokasi pengungsian itu.
Kepada para awak media Kapolda menekankan bahwa dalam penanganan pengungsi ini harus mengutamakan aspek protokol kesehatan, baik itu masyarakat maupun petugasnya.
Baca juga: PEMUTIHAN Pajak Kendaraan Bermotor Belaku di 14 Provinsi, Bebas Denda hingga Gratis Balik Nama
Baca juga: Peringatan Dini BMKG : Kamis Besok, Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Ini
"Kita tidak mau dalam pengungsian ini akan timbul klaster baru. Sehingga Kabid Dokkes sudah kami perintahkan agar bersama dinas kesehatan terkait agar betul-betul mengawasi masyarakat kita yang mengungsi," ujar Kapolda.
Kemudian, ia juga meminta mengedepankan kearifan lokal dalam penanganan pengungsi Gunung Merapi di Desa tersebut.
Adapun kearifan lokal yang dimaksudkan disini adalah pelibatan masyarakat lokal untuk menjadi relawan. Hal ini dinilai lebih menguntungkan karena masyarakat lokal sangat paham dengan kondisi lapangan.
"Ini sudah menjadi kesepakatan BPBD, relawan dan masyarakat setempat. Contohnya di Balerante ini Kepala Desanya paham betul kondisi desanya tentunya tetap diback up TNI-Polri," tandasnya. (Mur)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kapolda-jateng-irjen-pol-ahmad-luthfi.jpg)