IAPMO : Standar Plambing Penting Diterapkan untuk Menjamin Kualitas dan Melindungi Manusia

International Association of Plumbing and Mechanical Officials (IAPMO) merupakan organisasi yang ahli dalam membuat standar, melakukan penelitian

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
IST
Pengecekan sistem plambing 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Untuk meningkatkan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) khususnya di bidang plambing, IAPMO Grup Indonesia siap memberikan berbagai layanan kesesuaian (sertifikasi dan pengujian) produk plambing dan mekanis, juga edukasi dan pengembangan standar.

Sesuai dengan namanya, International Association of Plumbing and Mechanical Officials (IAPMO) merupakan organisasi yang ahli dalam membuat standar, melakukan penelitian, pengembangan, dan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai sistem plambing.

General Manager Management System certification and Business Development IAPMO Group Indonesia, Rista Aristiteka Dianameci menjelaskan produk plambing tidak hanya bicara pipa, tapi seluruh produk yang dialiri air untuk kebutuhan air minum maupun air buangan.

Sedangkan Sistem plambing adalah cara pasang dan aplikasi yang baik produk plumbing yang dimaksud pada sebuah bangunan.

Baca juga: Peringatan Dini BMKG : Kamis Besok, Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Ini

Baca juga: PEMUTIHAN Pajak Kendaraan Bermotor Belaku di 14 Provinsi, Bebas Denda hingga Gratis Balik Nama

Ia mengatakan, banyak kerugian yang ditimbulkan dari kurangnya sistem plambing yang baik dan tidak dilaksanakannya standar plambing.

“Air yang telah diolah akan menjadi sia-sia jika bangunan tidak memiliki sistem plambing yang baik. Bahkan air yang telah diolah dapat terkontaminasi oleh perlengkapan plambing yang tidak memenuhi standar dan instalasi yang tidak sesuai," jelasnya, Rabu (11/11/2020).

Selain mengakibatkan masalah kesehatan, ia juga menjelaskan kerugian keuangan juga mungkin terjadi akibat kerusakan properti pada bangunan dan uang terbuang untuk memperbaiki serta mengganti komponen plambing yang tidak memenuhi standar.

Bahkan kerugian ekonomi dan dampak negatif pada lingkungan jika pasar menjadi pembuangan produk plambing yang murah dan tidak memenuhi standar.

Hal ini akan meningatkan ketergantungan akan air kemasan dan secara signifikan menurunkan PDB (Produk Domestik Bruto) Indonesia.

Baca juga: Dishub Sleman Kebut Pemasangan Lampu Jalan di Jalur Evakuasi

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Indonesia 11 November 2020: Kasus Baru Bertambah 3.770, Total Kini Jadi 448.118

Oleh karenanya, lanjut Rista, menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produk dan sistem plambing menjadi penting. Dengan menerapkan SNI, akan menjamin produk berkualitas sehingga mampu melindungi manusia dari masalah keamanan, kesehatan, keselamatan dan kelestarian lingkungan hidup.

"Menerapkan SNI produk dan sistem Plumbing juga berdampak pada ekonomi nasional, perbaikan kualitas lingkungan hidup dan juga dapat menggerakan sektor pariwisata dan menarik investasi," tuturnya.

Rista mengakui, IAPMO Group Indonesia memiliki segmentasi pasar yang unik yaitu fokus pada Industri yang bergerak dalam bisnis material bangunan.

Selain itu IAPMO dapat memberikan layanan 'one stop services' dengan mengintegrasikan beberapa layanan yang memungkinkan untuk diproses secara bersamaan dalam satu waktu, sehingga akan lebih hemat waktu, tenaga dan biaya.

“Untuk Negara Indonesia yang sedang berkembang di mana proyek pembangunan juga sangat masif, tentu dibutuhkan tenaga kerja yang terampil dan paham mengenai sistem plambing tersebut,” tandasnya. (nto)  

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved