Bisnis

Perajin Sangkar Burung di Kulon Progo Kebanjiran Orderan di Masa Pandemi

Saat ini, banyak pelaku UMKM yang terdampak dengan adanya pandemi Covid-19. Namun tidak dengan usaha yang dijalankannya.

Tayang:
Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Sri Cahyani
Ari Andrianto (30) alias Dalidjo sedang membuat sangkar burung di rumahnya yang berada di Dusun Kalipetir Lor, Kalurahan Margosari, Kapanewon Pengasih, Kulon Progo. 

Sementara sangkar jadi sudah dilakukan finishing dan pewarnaan sehingga dipatok harga Rp 200.000 sampai dengan Rp 350.000.

"jadi harganya tergantung dengan pewarnaan. Misalnya kalau warna natural harganya kisaran Rp 200.000 sementara untuk warna warni bisa mencapai Rp 350.000," bebernya.

Saat ini jenis sangkar yang paling banyak dipesan untuk burung kenari maupun burung kacer.

Kendati demikian, sangkar buatan Dalidjo sudah terbilang cukup kondang.

Sebab telah terjual di Bantul, Sleman, Yogyakarta bahkan hingga Jawa Tengah.

Menurutnya, pecinta burung di wilayah Kulon Progo lebih mengutamakan kualitas sangkar meski harganya lebih mahal.

"Sehingga saya lebih mengutamakan kualitas. Oleh karena itu, saya kerjakan sangkar ini sendirian untuk memastikan kualitas mutu sangkar buatan saya meskipun harganya juga lebih mahal dibandingkan lainnya," kata Dalidjo.

Baca juga: Di Tangan Hendi, Batok Kelapa Disulap Jadi Cincin Bernilai Ekonomis Tinggi

Ia melanjutkan, harga mahal tersebut tergantung dengan bahan dasar pembuatan sangkar misalnya menggunakan kayu jati atau kayu sonokeling.

"Tapi biasanya konsumen lebih suka dari bahan kayu jati. Kalau Sonokeling untuk orang-orang tertentu sebab dari segi harga lebih mahal dan pengerjaannya lebih susah karena kayunya keras. Sementara kalau kayu jati lebih ringan. Tapi saat ini mencari kayu jati juga susah sehingga menjadi salah satu kendala," jelasnya.

Sementara Bhabinkamtibmas Kalurahan Margosari, Kapanewon Pengasih, Aipda Sunu Prasetya mengatakan saat ini banyak pelaku UMKM di Kulon Progo yang terdampak adanya pandemi Covid-19 sehingga menyebabkan penghasilan mengalami penurunan.

Oleh sebab itu, dirinya memberikan motivasi kepada pelaku UMKM di Kalurahan setempat agar bisa bertahan.

"Ini dilakukan sebagai upaya membangkitkan semangat pelaku UMKM di Margosari di masa pandemi Covid-19," kata Sunu.

Di samping memberikan motivasi, dirinya juga mempromosikan produk UMKM tersebut. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved