Perjalanan Karier Kamala Harris, Politisi dan Senator hingga Kini Jadi Wakil Presiden AS Terpilih
Kamala Harris pun wanita pertama yang menggebrak batasan tinggi dengan terpilih sebagai wakil presiden pertama Amerika.
TRIBUNJOGJA.COM - Sosok wakil presiden AS terpilih, Kamala Harris, kini menjadi sorotan dunia setelah memenangkan pemilihan presiden (Pilpres) AS 2020.
Bersama Presiden AS Terpilih, Joe Biden, Kamala Harris dipastikan memenangkan persaingan suara atas pasangan petahana dari Partai Republik, Donald Trump dan Mike Pence.
Joe Biden dan Kamala Harris pun tinggal menunggu waktu untuk dilantik secara resmi dan melenggang ke Gedung Putih.
Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Joe Biden dan Kamala Harris dipastikan menjadi pemenang dalam pilpres AS dan dapat melenggang ke Gedung Putih setelah meraih total 290 suara elektoral di Pemilihan Presiden Amerika Serikat.
Dengan capaian itu, Kamala Harris pun wanita pertama yang menggebrak batasan tinggi dengan terpilih sebagai wakil presiden pertama Amerika.
Baca juga: Kisah Pahit Joe Biden Sebelum Terpilih Sebagai Presiden Amerika
Baca juga: Inilah Catatan Sejarah Kamala Harris Calon Wakil Presiden AS dari Partai Demokrat
Kamala Harris membuat sejarah dan membantu Biden untuk mengakhiri pemerintahan Donald Trump yang bergejolak.
Kamala Harris adalah wanita kulit hitam keturunan Asia Selatan pertama yang terpilih menjadi jaksa agung California, Senat dan sekarang menjadi wakil presiden AS.
Dengan memenangkan kursi wakil presiden, dia akan sangat dekat dari kepemimpinan Amerika Serikat dan menjadi batu loncatan menuju penghargaan tertinggi.
Dengan usia Biden 77 tahun, diperkirakan dia akan menjabat hanya satu periode saja, sebagaimana yang dilansir dari AFP pada Sabtu (7/11/2020).
Sementara selama 4 tahun masa jabatan, jika Harris mendapatkan hati rakyat Amerika, maka dia dapat maju sebagai kandidat presiden selanjutnya dari Partai Demokrat.
Itu bisa memberinya kesempatan untuk membuat lebih banyak mencetak sejarah, sebagai presiden wanita pertama Amerika Serikat.
"Pemilu ini lebih dari sekadar Joe Biden atau saya," tulisnya di Twitter setelah media berita AS menyebut pemilu itu menguntungkan mereka berdasarkan hasil negara bagian.
"Ini tentang jiwa Amerika dan kesediaan kita untuk memperjuangkannya. Kita memiliki banyak pekerjaan di depan kita. Mari kita mulai."
Sejak diangkat sebagai calon wakil presiden Biden pada Agustus, dia mengecam Trump atas penanganan pandemi Covid-19 yang kacau, juga rasisme, kondisi ekonomi, dan tindakan keras presiden terhadap imigrasi.
Pendidikan dan Karier
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/biodata-kamala-harris.jpg)