Status Siaga Gunung Merapi
Pengungsi di Balaidesa Glagaharjo Butuh Popok Dewasa dan Bayi
Pengungsi di Balaidesa Glagaharjo Sleman membutuhkan popok dewasa dan bayi
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pengungsi di Balaidesa Glagaharjo membutuhkan popok dewasa dan bayi.
Hal itu disampaikan oleh Panewu Kapanewon Cangkringan, Suparmono.
Ia mengatakan pengungsi yang mengungsi di Balaidesa Glagaharjo adalah kelompok rentan, meliputi lansia, anak-anak, ibu hamil,ibu menyusui, dan difabel.
Menurut dia popok dewasa sangat dibutuhkan oleh para lansia.
"Lansia itu kan beser (sering buang air kecil), jadi membutuhkan popok dewasa. Kalau yang umur 50an masih bisa jalan-jalan, tetapi kan ada juga yang umur 70,80, jadi kesulitan untuk berjalan. Makanya membutuhkan popok dewasa,"katanya saat ditemui di pengungsian, Senin (09/11/2020).
Selain popok dewasa, popok untuk bayi. Karena popok bayi dirasa lebih simpel.
Baca juga: UPDATE Siaga Merapi, Pemdes Tegalmulyo Klaten Siapkan 4 Titik Pengungsian, Mampu Tampung 500 Orang
Baca juga: Bupati Magelang: Jalur Evakuasi di Lereng Merapi Masih Ada yang Rusak, Akan Segera Diperbaiki
Kebutuhan lain yang diperlukan oleh pengungsi adalah masker medis.
Ia menilai pengungsi akan kesulitan jika harus sering mencuci masker kain, terlebih pengungsi harus mengganti masker kain setiap empat jam.
"Kalau harus mencuci masker kain, tentu para lansia juga kesulitan. Apalagi harus sering mencuci. Malah nanti membuat pengungsi tidak bisa menaati protokol kesehatan. Makanya kami minta masker medis, supaya tidak perlu mencuci,"lanjutnya.
Terkait kesediaan masker, Suparmono menyebut masih cukup. Meski begitu, perlu segera antisipasi agar tidak kekurangan.
Sedangkan untuk kebutuhan makanan, ia menyebut tidak kekurangan sama sekali. Untuk obat-obatan, puskemas sekitar pengungsian sudah siap.
Pihaknya setiap hari melakukan pendataan kebutuhan pengungsi dan langsung melaporkan ke posko induk.
Ia juga selalu berkoordinasi dengan BPBD Sleman dan Dinas Sosial Sleman terkait kebutuhan pengungsi. (Tribunjogja/Christi Mahatma Wardhani)