Breaking News:

Status Siaga Gunung Merapi

UPDATE Siaga Merapi, Pemdes Tegalmulyo Klaten Siapkan 4 Titik Pengungsian, Mampu Tampung 500 Orang

UPDATE Siaga Merapi, Pemdes Tegalmulyo Klaten Siapkan 4 Titik Pengungsian, Mampu Tampung 500 Orang

Tribunjogja/Almurfi Syofyan
Sejumlah warga turun dari mobil setelah tiba di barak pengungsian sementara yang berada di depan kantor Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Minggu (8/11/2020) malam. 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pemerintah Desa (Pemdes) Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten menyiapkan empat titik barak pengungsian untuk mengantisipasi peningkatan aktivitas Gunung Merapi.

Empat titik barak pengungsian itu berada dua lokasi di depan kantor desa setempat, lalu di SD dan di rumah-rumah warga yang dirasa aman.

Empat titik pengungsian itu mampu menampung pengungsi sebanyak 500 orang.

Adapun di Desa Tegalmulyo sendiri, dari 22 dukuh yang ada, terdapat 3 dukuh yang berada diradius 3 hingga 4 kilometer dari puncak Merapi, yakni, dukuh Pajegan, Sumur dan Canguk.

"Untuk saat ini kita siapkan lokasi pengungsian warga sebanyak 4 titik, yakni di sekitar kantor desa dua titik dan di SD dan rumah warga," ujar Kepala Desa Tegalmulyo, Sutarno saat berbincang dengan Tribunjogja.com di kantor desa setempat, Minggu (8/11/2020) malam.

Ia mengatakan, untuk barak pengungsian yang berada di depan kantor desa bisa menampung sekitar 100 orang dan itu juga sudah berpedoman kepada protokol kesehatan Covid-19.

Kemudia, Sutarno juga menyebut jika kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil dan anak-anak yang berada di tiga dukuh Pajegan, Sumur dan Canguk sudah tiga malam mengungsi ke barak pengungsian di depan kantor desa.

Baca juga: Bupati Magelang: Jalur Evakuasi di Lereng Merapi Masih Ada yang Rusak, Akan Segera Diperbaiki

Baca juga: Ini Daftar 13 Obyek Wisata di Kabupaten Magelang yang Ditutup Pasca-status Siaga Gunung Merapi

Hari pertama mengungsi, Jumat (6/11/2020) malam terdapat 75 orang, lalu pada hari kedua, Sabtu (7/11/2020) malam terdapat 108 orang dan Minggu (8/11/2020) malam terdapat 84 orang yang masuk kelompok rentan untuk mengungsi.

Sementara itu, salah seorang warga Dukuh Canguk, Karni Ranu Setiko (68) mengaku sudah tiga malam memilih untuk mengungsi ke barak pengungsian depan kantor desa setempat

"Sudah tiga malam saya ngungsi. Ikuti anjuran pemerintah desa. Tapi kalau subuh saya pulang lagi buat aktivitas seperti biasa seperti kasih makan ternak dan ke ladang," ucapnya.

Selain itu, ia juga mengaku telah menyiapkan barang-barang berharga miliknya termasuk hewan ternak jika sewaktu-waktu terjadi peningkatan aktivitas Merapi.

Untuk diketahui, Gunung Merapi telah dinaikan statusnya dari waspada (level II) ke siaga (level III) yang ditetapkan oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Kamis (5/11/2020) pukul 12.00 WIB lalu.

Untuk itu, masyarakat diminta mengosongkan aktivitas radius 5 kilometer dari puncak Gunung Merapi sejak dinaikannya status gunung tersebut. (Tribunjogja/Almurfi Syofyan)
 

--

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved