Status Siaga Gunung Merapi

Pengungsi di Barak Glagaharjo Cangkringan Tinggal di Kamar Bersekat

Barak Glagaharjo Cangkringan, Sleman nantinya akan dibuat bersekat untuk menghindari penyebaran Covid-19.

Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita Ginting
Suasana Barak Glagaharjo Cangkringan yang dibuat bersekat untuk menghindari penyebaran Covid-19 dan demi penerapan protokol kesehatan selama status Merapi masih siaga, Sabtu (7/11/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Ratusan warga rentan dari Padukuhan Kalitengah Lor telah mulai dievakusi ke Barak Glagaharjo Cangkringan, Sleman pada Sabtu (7/11/2020) sore.

Barak tersebut nantinya akan dibuat bersekat untuk menghindari penyebaran Covid-19 dan demi penerapan protokol kesehatan selama status Merapi masih siaga.

Panewu Cangkringan, Suparmono mengatakan, di masa pandemi seperti sekarang penerapan protokol kesehatan Covid-19 mesti dilakukan secara ketat.

Hal itu juga berlaku di barak pengungsian warga rentan agar terhindar dari penyebaran Covid-19.

Baca juga: Sebanyak 133 Orang Dusun Kali Tengah Lor Sudah Diungsikan

Karena di masa pandemi, selain membuat kapling-kapling atau sekat kamar kecil, pengungsi juga akan menerapkan protokol kesehatan seperti pemakaian masker dan cuci tangan terlebih kepada pengunjung.

"Mereka akan pindah sementara tidur di barak sampai waktu yang tidak ditentukan. Untuk wira-wiri masih boleh saat mengungsi," katanya saat dihubungi.

Dia menjelaskan, barak tersebut bediri sekitar 50-an kapling dari bahan triplek berukuran 2 meter x 3 meter dan telah rampung dikerjakan di dalam dua gedung Barak Glagaharjo Cangkringan, Sleman.

Hal ini dipersiapkan karena masih dalam masa pandemi Covid-19.

"Jumlah total pengungsi, ada 133 orang dari kelompok rentan," jelasnya.

Suparmono merinci dari 133 warga itu terdapat 95 warga lansia.

Dari 95 lansia, 24 lansia suami istri, 3 ibu hamil dan 30 balita, serta 5 disabilitas.

"Kami sudah sediakan, untuk lansia di gedung bagian selatan dan anak-anak bagian utara, serta ibu hamil di bagian depan," tuturnya.

Baca juga: Jumlah Pengungsi Merapi di Magelang Bertambah, Total 635 Orang di 7 Titik

Ia mengungkapkan ratusan pengungsi ini melakukan evakuasi secara mandiri.

"Para pengungsi ini berasal dari daerah dengan radius 5 kilometer, Padukuhan Kalitengah Lor harus diungsikan. Mereka turun dengan kesadaran sendiri setelah diskusi dengan Pak Dukuh dan Pak RT," terangnya.

Sebelumnya, Balai Penyeledikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menginformasikan bahwa status aktivitas Gunung Merapi menjadi level III atau Siaga.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved