Status Siaga Gunung Merapi
Sebanyak 133 Orang Dusun Kali Tengah Lor Sudah Diungsikan
Naiknya status siaga Merapi membuat warga di Kabupaten Sleman yang beradius 5 kilometer dari puncak gunung diharuskan mengungsi.
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sekitar pukul 15.00 WIB, rombongan pengungsi dari Dusun Kalitengah Lor di desa Glagaharjo tiba di barak pengungsi dengan menggunakan truk dan mobil pick up.
Naiknya status siaga Merapi membuat warga di Kabupaten Sleman yang beradius 5 kilometer dari puncak gunung diharuskan mengungsi.
Sesuai rekemondasi BPPTKG terdapat tiga dusun di wilayah kecamatan Cangkringan, Sleman yang masuk daerah bahaya menyusul peningkatan status aktivitas merapi ke level siaga, di antaranya Kalitengah Lor di desa Glagaharjo, Kaliadem di Kepuharjo, dan Pelemsari di Umbulharjo.
Baca juga: Jumlah Pengungsi Merapi di Magelang Bertambah, Total 635 Orang di 7 Titik
Camat Cangkringan, Sleman, Suparmono mengatakan, saat ini terkait aktivitas Merapi di level siaga yang diungsikan sebanyak 133 orang dalam kelompok rentan dari Kalitengah Lor.
"Sedangkan, untuk wilayah dusun Kaliadem sudah tak berpenghuni. Dan, dusun Pelemsari hanya ada 2 keluarga dan sudah memiliki hunian tetap sehingga sewaktu-waktu bisa direlokasi dengan cepat," jelasnya kepada Tribunjogja.com, pada Sabtu (07/11/2020).
Adapun dari 133 orang kelompok rentan terdiri dari, lansia 95 orang, balita dan anak-anak 30 orang, ibu hamil 3 orang, dan pemyandang disabilitas 5 orang.
Nantinya, untuk ibu hamil ditempatkan pada kantor kepala desa Glagaharjo Sedangkan, untuk kelompok lainnya disediakan dua gedung utama yang berlokasi di belakang kantor Glagaharjo sebagai barak pengungsi.
Baca juga: Status Gunung Merapi Siaga, Aktivitas Kegempaan Meningkat hingga Deformasi Sebesar 9 Cm per Hari
Ada sebanyak 80 partisi yang disediakan.
Sebanyak 50 partisi untuk orang dewasa dengan 24 di antaranya digunakan pasangan suami istri.
Kemudian, 30 partisi sisanya untuk balita dan anak-anak.
Partisi yang dibuat dalam bentuk bersekat-sekat dengan ukuran 2,5 meter × 1,5 meter.
Untuk pasutri diperbolehkan menempati partisi bersama.
"Dibuatnya bersekat-sekat untuk physical distancing. Sebelum, memasuki partisi pengungsi diwajibkan mengecek suhu tubuh dahulu," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/sebanyak-133-orang-dusun-kali-tengah-lorsudah-diungsikan.jpg)