Eks CEO YG Entertainment Yang Hyun Suk Didenda 10 Juta Won Karena Tuduhan Perjudian Ilegal
Kasus mantan CEO YG Entertainment, Yang Hyun Suk terus bergulir. Jaksa telah menuntut YG dengan denda 10 juta won (sekitar USD 8.813) atas tuduhan
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Mona Kriesdinar
Sidang hukuman Yang Hyun Suk atas tuduhan perjudiannya akan berlangsung pada 27 November.
Selain YG, ada dua anggota boyband K-Pop yang diduga juga terlibat dalam perjudian ilegal di luar negeri. Belum diketahui keterkaitannya dengan YG, namun polisi masih menyelidiki sejak September 2020.

Yunhak dan Sungje dari SUPERNOVA telah diminta keterangan karena diduga bermain bakarat, sejenis perjudian, satu atau dua kali di Filipina dari 2016 hingga 2018 dengan taruhan hingga 50 juta won (USD 42.297).
Mereka juga diduga ikut serta dalam perjudian online ilegal di Korea Selatan.
Namun, anggota boy band tersebut mengklaim bahwa mereka tidak pergi ke Filipina untuk tujuan berjudi.
Polisi juga berusaha memastikan apakah ada anggota geng atau selebriti lain yang juga terlibat dalam kasus perjudian di luar negeri.
Hingga kini, belum ada anggota band lain yang diketahui berada dalam penyelidikan polisi.
Grup Supernova yang juga dikenal sebagai Choshinsung dalam bahasa Korea, memulai debutnya pada tahun 2007 dan telah aktif di Jepang, menempati peringkat tinggi di tangga lagu Oricon Jepang.
Kedua anggota yang terlibat dalam kasus ini juga bekerja sebagai aktor di Korea Selatan dan Jepang.

Setelah berita tentang penyelidikan polisi menyebar, agensi manajemen grup, SV Entertainment, meminta maaf karena menyebabkan kegaduhan.
"Kami minta maaf karena telah merepotkan kalian para penggemar dengan berita buruk tentang perilaku ceroboh Yunhak dan Sungje," kata agensi dalam pernyataan pers.
Kedua anggota sangat menyesal dan merefleksikan tindakan mereka, tambahnya.
( Tribunjogja.com | Bunga Kartikasari )