Breaking News:

Demo tolak UU Cipta Kerja

KSPI Kembali Gelar Demo Tolak UU Cipta Kerja 2 November 2020, Digelar Serentak di 24 Provinsi

KSPI Kembali Gelar Demo Tolak UU Cipta Kerja 2 November 2020, Digelar Serentak di 24 Provinsi

Editor: Hari Susmayanti
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Aksi buruh yang tergabung dalam Akumulasi Kemarahan Buruh dan Rakyat (AKBAR) Sumut berunjuk rasa di DPRD Sumut, Medan, Selasa (18/8/2020). Sebanyak 200 lebih buruh menolak dan meminta gagalkan Omnibus Law atau RUU Cipta Kerja yang dianggap merugikan mereka. 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Aksi unjukrasa menolak UU Cipta Kerja nampaknya belum akan berakhir selama tuntutan sejumlah elemen masyarakat tidak direspon oleh pemerintah.

Setelah beberapa kali menggelar demo, sejumlah serikat buruh berencana kembali turun ke jalan untuk memperjuangkan tuntutannya.

Rencananya, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia ( KSPI) dan beberapa serikat buruh lain akan kembali menggelar unjukrasa pada Senin (2/11/2020) mendatang.

Aksi unjukrasa nanti akan dipusatkan di Mahkamah Konstitusi (MK) dan Istana Negara Jakarta.

Unjukrasa nanti digelar untuk merespon jika UU Cipta Kerja ditandatangani oleh Presiden Jokowi.

Hal tersebut disampaikan Presiden KSPI, Said Iqbal, dalam siaran pers KSPI, pada Senin ini.

"Sebelumnya saya mengatakan (aksi dilaksanakan) tanggal 1 November 2020.

Ternyata tanggal satu adalah hari Minggu, jadi yang benar adalah 2 November, hari Senin," kata Said Iqbal.

Baca juga: Begini Pendapat Ahli Perundang-undangan Soal Penghapusan Pasal di Naskah UU Cipta Kerja

Baca juga: Di Hadapan Buruh, Bima Arya Akui UU Cipta Kerja Banyak Catatan, Akan Sampaikan Keberatan ke Presiden

Said menjelaskan, pihaknya mengambil keputusan tersebut sebab berkembang informasi Presiden Jokowi akan menandatangani UU Cipta Kerja pada tanggal 28 Oktober 2020.

Setelah itu akan ada libur panjang dari tanggal 29 hingga 31 Oktober 2020.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved