Kampus UGM Yogyakarta Ikuti Kebijakan Pemerintah DIY Terkait Mekanisme Perkuliahan Tatap Muka
Rektor UGM Panut Mulyono belum bisa menentukan terkait pelaksanaan kuliah tatap muka di kampus yang ia pimpin
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Miftahul Huda
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Universitas Gadjah Mada (UGM) telah memberlakukan sistem perkuliahan dalam jaringan (daring) atau online secara penuh selama semester ganjil tahun ini.
Hal itupun sempat dikeluhkan oleh beberapa mahasiswa UGM, khususnya mahasiswa baru, yang belum pernah bertatap muka dengan para dosen.
Meski dua minggu ini mereka sudah menjalani ujian tengah semester (UTS).
"Saat ini kami kasihan kepada mahasiswa baru ya. Sudah UTS (tapi) belum pernah ketemu langsung dosennya, belum lihat kampusnya dan ini banyak yang hilang," kata Rektor UGM, Panut Mulyono, saat ditemui di Kepatihan DIY, Senin (26/10/2020).
Baca juga: GeNose UGM Bersaing dengan Produk Luar Negeri, Warek UGM: Butuh Nasionalisme yang Kuat
Baca juga: Pakar Virologi UGM Sebut Data Review Vaksin Covid-19 Perlu Dibuka bagi Publik
Panut menyadari ada suatu momen yang hilang dan berpengaruh pada perkembangan para mahasiswa, di antaranya karakter khas dari kampus UGM.
Mulai dari ilmu keorganisasian, serta beberapa hal lain yang berkaitannya sosialisasi di lingkungan kampus.
Karena menurutnya pendidikan karakter tersebut hanya bisa didapatkan dengan kuliah tatap muka atau luar jaringan (Luring).
"Dalam arti mungkin ilmu bisa diperoleh tetapi kesan, kemudian juga karakter pembangunan karakter sifat-sifat ke-UGM-an itu sulit kalau hanya daring tanpa ketemu langsung begitu," katanya.
Panut melanjutkan, meski memiliki kecerdasan yang sama, tetapi setiap mahasiswa akan berbeda-beda dalam mengarungi kehidupan setelah lulus.
"Karena perbedaan atmosfer akademik tadi. Kuliah di kampus A suasana begini-begini orang dengan kecerdasan yang sama mendapatkan hal lebih banyak dibanding kuliah di tempat satunya. Ini yang pada saat sekolah daring hilang," katanya.
Saat disinggung kapan kuliah tatap muka akan dijalankan, Panut mengaku masih belum memutuskan.
Namun demikian, pihak kampus akan mengevaluasi hal itu untuk semester depan.
"Sekarang sudah kami putuskan sampai akhir semester ini itu daring. Tapi kami akan mengevaluasai untuk semester depan yang mulai Januari-Februari," tegas Panut.
Baca juga: Pemda DI Yogyakarta Izinkan Kampus Laksanakan Kuliah Tatap Muka Terbatas
Baca juga: UGM Rencanakan Kuliah Luring Metode Shifting pada Tahun Ajaran Baru
Menurutnya ada beberapa peraturan yang tidak dapat dilanggar, di antaranya pertimbangan dari pemerintah DIY terkait boleh tidaknya mengadakan kegiatan belajar tatap muka di lingkungan kampus.
"Kami akan melihat bagaimana kebijakan pemda. Ketika Pemda DIY memberikan lampu hijau kami secara detil akan mengaturnya bagaimana pelaksanaan kuliah luring bisa kami jalankan," pungkasnya.
( tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/rektor-ugm-panut-mulyono_2610.jpg)