Kampus UGM Yogyakarta Ikuti Kebijakan Pemerintah DIY Terkait Mekanisme Perkuliahan Tatap Muka

Rektor UGM Panut Mulyono belum bisa menentukan terkait pelaksanaan kuliah tatap muka di kampus yang ia pimpin

Tayang:
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Miftahul Huda
Rektor UGM, Panut Mulyono (kanan), umumkan perkembangan perkuliahan di kampus yang ia pimpin, Senin (26/10/2020) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Miftahul Huda

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Universitas Gadjah Mada (UGM) telah memberlakukan sistem perkuliahan dalam jaringan (daring) atau online secara penuh selama semester ganjil tahun ini.

Hal itupun sempat dikeluhkan oleh beberapa mahasiswa UGM, khususnya mahasiswa baru, yang belum pernah bertatap muka dengan para dosen.

Meski dua minggu ini mereka sudah menjalani ujian tengah semester (UTS).

"Saat ini kami kasihan kepada mahasiswa baru ya. Sudah UTS (tapi) belum pernah ketemu langsung dosennya, belum lihat kampusnya dan ini banyak yang hilang," kata Rektor UGM, Panut Mulyono, saat ditemui di Kepatihan DIY, Senin (26/10/2020).

Baca juga: GeNose UGM Bersaing dengan Produk Luar Negeri, Warek UGM: Butuh Nasionalisme yang Kuat

Baca juga: Pakar Virologi UGM Sebut Data Review Vaksin Covid-19 Perlu Dibuka bagi Publik

Panut menyadari ada suatu momen yang hilang dan berpengaruh pada perkembangan para mahasiswa, di antaranya karakter khas dari kampus UGM.

Mulai dari ilmu keorganisasian, serta beberapa hal lain yang berkaitannya sosialisasi di lingkungan kampus.

Karena menurutnya pendidikan karakter tersebut hanya bisa didapatkan dengan kuliah tatap muka atau luar jaringan (Luring).

"Dalam arti mungkin ilmu bisa diperoleh tetapi kesan, kemudian juga karakter pembangunan karakter sifat-sifat ke-UGM-an itu sulit kalau hanya daring tanpa ketemu langsung begitu," katanya.

Rektor UGM, Prof Panut Mulyono
Rektor UGM, Prof Panut Mulyono (Tribun Jogja/ Kurniatul Hidayah)

Panut melanjutkan, meski memiliki kecerdasan yang sama, tetapi setiap mahasiswa akan berbeda-beda dalam mengarungi kehidupan setelah lulus.

"Karena perbedaan atmosfer akademik tadi. Kuliah di kampus A suasana begini-begini orang dengan kecerdasan yang sama mendapatkan hal lebih banyak dibanding kuliah di tempat satunya. Ini yang pada saat sekolah daring hilang," katanya.

Saat disinggung kapan kuliah tatap muka akan dijalankan, Panut mengaku masih belum memutuskan.

Namun demikian, pihak kampus akan mengevaluasi hal itu untuk semester depan.

"Sekarang sudah kami putuskan sampai akhir semester ini itu daring. Tapi kami akan mengevaluasai untuk semester depan yang mulai Januari-Februari," tegas Panut.

Baca juga: Pemda DI Yogyakarta Izinkan Kampus Laksanakan Kuliah Tatap Muka Terbatas

Baca juga: UGM Rencanakan Kuliah Luring Metode Shifting pada Tahun Ajaran Baru

Menurutnya ada beberapa peraturan yang tidak dapat dilanggar, di antaranya pertimbangan dari pemerintah DIY terkait boleh tidaknya mengadakan kegiatan belajar tatap muka di lingkungan kampus.

"Kami akan melihat bagaimana kebijakan pemda. Ketika Pemda DIY memberikan lampu hijau kami secara detil akan mengaturnya bagaimana pelaksanaan kuliah luring bisa kami jalankan," pungkasnya. 

( tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved