Sepasang Pembunuh di Inggris yang Memakai Obat 'Nafas Iblis' Akhirnya Dipenjara Seumur Hidup
Sepasang Pembunuh di Inggris yang Memakai Obat 'Nafas Iblis' Akhirnya Dipenjara Seumur Hidup
TRIBUNJOGJA.COM, LONDON - Sepasang pembunuh di Inggris yang menggunakan obat skopolamin atau dikenal dengan sebutan Napas Iblis dipenjara seumur hidup.
Kedua pelaku yakni Joel Osei (25) dan Diana Cristea (18) sebelumnya meracun Adrian Murphy (43) dengan obat skopolamin di dalam minuman ringannya.
Murphy akhirnya ditemukan tewas di apartemennya yang berlokasi di London pada Juni 2019 silam.
Dilansir dari The Guardian,obat yang dosisnya bisa mematikan itu diberikan Osei kepada Murphy yang kemudian bersama Diana Cristea (18) membeli perhiasan dengan harga lebih dari 60.000 poundsterling (sekitar Rp 1,1 miliar) menggunakan kartu kredit Murphy.
Skopolamin menurut jaksa penuntut Crispin Aylett QC dikenal sebagai Devil's Breath alias "Napas Iblis" di Kolombia dan populer di kalangan perampok serta pemerkosa untuk melumpuhkan korbannya.
Korban sebelumnya, seorang pria berusia 40 tahun dari Walthamstow, London Timur juga ditargetkan oleh pasangan kriminal Osei dan Diana namun selamat dan membantu polisi mengidentifikasi pelaku.
Osei menggunakan apliaksi Grindr untuk 'memancing' pria-pria yang ingin kencan dengannya, meracuni mereka dengan obat dan merampok mereka.
Baca juga: Banjir Kiriman dari Bogor, 72 RT di Jakarta Terendam Banjir, Berikut Daftarnya
Baca juga: Kontak dengan Suspek, 3 Warga Playen Gunungkidul Positif Covid-19
Osei yakin orang-orang ini akan malu mengakui apa yang menimpa mereka kepada polisi.
Sementara Diana Cristea akan menjual barang-barang korban. Tes patologi mengungkap adanya racun di tubuh Murphy yang ditemukan tewas di apartemennya pada 4 Juni tahun lalu dan setelah dilacak, racun itu berada di kaleng minuman dekat Murphy ditemukan.
Rekaman CCTV menangkap Osei berjalan ke apartemen Murphy dan 2 jam kemudian meninggalkan apartemen itu dengan beberapa barang.
Osei terlihat menghubungi Cristea via telepon dan pesan sebanyak 23 kali selama berada di dalam apartemen dan di sekitar bangunan itu.
Dia kemudian menyerahkan beberapa barang kepada wanita itu seperti laptop, telepon genggam, kartu atm, sebuah tas desainer, dompet dan pakaian.
Korban sebelumnya juga dirampok. Polisi menemukan barang-barang korban di tempat Cristea, di Tottenham, London Utara.
Skopolamin merupakan obat yang berasal dari tumbuhan Nightshade dan pernah dieksplorasi oleh CIA sebagai truth serum atau serum yang digunakan untuk membuat seseorang berkata jujur.
Inspektur Kepala Detektif Robert Pack mengatakan bahwa meski skopolamin diketahui umum di belahan dunia lain untuk melancarkan tindak kejahatan, tapi "kami yakin ini adalah pembunuhan dengan skopolamin pertama di Inggris Raya."