Badan Otorita Borobudur Sebut Jumlah Kunjungan Wisatawan Mancanegara Perlu Digenjot

Direktur Pemasaran Badan Otorita Borobudur (BOB), Agus Rochiyardi menyebut, peluang untuk menangkap potensi industri pariwisata

Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Kurniatul Hidayah
Tribunjogja/ Yosef Leon Pinsker
Direktur Pemasaran BOB, Agus Rochiyardi. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Direktur Pemasaran Badan Otorita Borobudur (BOB), Agus Rochiyardi menyebut, peluang untuk menangkap potensi industri pariwisata dan ekonomi kreatif di Yogyakarta masih terbuka cukup lebar.

Apalagi dengan membentuk komunitas digital dan membenahi berbagai sektor untuk dapat bertahan di masa pandemi.

Di lain hal, menurut Agus sektor digital ekonomi kreatif saat ini merupakan salah satu tumpuan banyak pihak untuk dapat menangkap berbagai peluang dan juga menjadi oase di tengah pandemi.

Sehingga, adaptasi dan bersinergi adalah kunci dalam menghadapi pandemi guna membangkitkan sendi perekonomian yang lesu.

"Upaya-upaya untuk mengembangkan sektor digital di bidang ekonomi kreatif dan pariwisata ini menjadi penting menurut kami. Karena di masa krisis akibat pandemi, kita hanya bisa mengandalkan bangkitan ekonomi dari sektor itu karena kebiasaan masyarakat yang berubah," ucapnya, dalam diskusi terbatas di sela peresmian Omah Kreasi Centre Yogyakarta dengan tema Membangun Optimisme Pelaku Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Jumat (23/10/2020).

Baca juga: Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Kebangkitan Sektor Ekraf

Baca juga: Peringatan BMKG : Sabtu Akhir Pekan Ini, Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Berikut

Baca juga: BERITA TIMNAS U-19 : Skuat Garuda Nusantara Asuhan Shin Tae-yong Bakal Lanjutan TC ke Yogyakarta

Namun demikian, langkah itu tentunya mesti melibatkan berbagai pihak agar dapat memaksimalkan sektor hilir atau pelaku ekonomi kreatif dan industri pariwisata untuk lebih merasakan imbas dari geliat ekonomi itu.

"Langkah ini sangat pas untuk kondisi sekarang, apalagi selama ini, Indonesia belum juga bisa mengoptimalkan kunjungan wisatawan dari mancanegara," imbuhnya.

”Padahal pangsa pasar wisatawan asing itu jumlahnya satu setengah milyar orang, sayangnya Indonesia itu baru kedatangan 16 juta wisman, artinya kita itu baru ikut makan kue sebesar satu persen saja,” ucap dia.

Direktur Informasi dan Komunikasi Politik, Hukum dan Keamanan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Bambang Gunawan mengatakan, pihaknya membuka peluang bagi masyarakat dan komunitas yang serius dan ingin mengembangkan sektor ekonomi digital di wilayah setempat.

"Pihak Kominfo siap memfasilitasi infrastruktur yang diperlukan, agar pemanfaatan teknologi digital di Indonesia pada umumnya dan Yogyakarta pada khususnya, bisa berlangsung masif dan mampu menggeliatkan sektor industri yang lesu di masa pandemi ini," pungkasnya. (jsf)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved