Program Lumbung Mataram, Upaya Pemkot Yogya Wujudkan Ketahanan Pangan Mandiri
Melalui program Lumbung Pangan Mataram yang didanai dengan alokasi Dana Keistimewaan (Danais), tiga lokasi menjadi sasaran
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta berupaya mewujudkan lumbung pangan di wilayahnya.
Melalui program Lumbung Pangan Mataram yang didanai dengan alokasi Dana Keistimewaan (Danais), tiga lokasi menjadi sasaran pembinaan oleh pemerintah.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kota Yogyakarta, Suyana mengatakan, ketiga lokasi lumbung pangan yang digagas pihaknya itu meliputi Blunyahrejo, di Kecamatan Tegalrejo, Purbayan, Kecamatan Kotagede, hingga Suryodiningratan, di Kecamatan Mantrijeron.
Ia menjelaskan, alokasi Danais yang digelontorkan untuk realisasi program itu mencapai Rp 600 juta, dengan bentuk kegiatan berupa pembinaan wilayah, sampai benar-benar mampu memproduksi hasil pangannya secara mandiri.
Baca juga: SMKN 6 Yogyakarta Resmi Jadi BLUD, Salah Satu Unit Usahanya Hotel dengan 20 Kamar
Baca juga: Meresahkan Warga, Polsek Playen Cokok Pencuri Helm yang Aksinya Kerap Terekam CCTV
Menurutnya, Dispertan baru pertama kali mengelola langsung program lumbung pangan seperti ini.
"Tahun lalu sebenarnya sudah ada empat wilayah untuk Lumbung Pangan Mataram. Tapi, itu di bawah pembinaan Pemda DIY. Sedangkan dari kami baru tahun ini dengan tiga lokasi, sehingga totalnya nanti ada tujuh lokasi lumbung pangan di Kota Yogyakarta," ungkap Suyana.
Lokasi-lokasi yang sudah ditetapkan sebagai pelaksana program Lumbung Pangan Mataram tersebut, kedepannya diwajibkan untuk memenuhi tiga aspek. Yakni, karbohidrat, protein dan sayuran. Tetapi, untuk jenis tanaman yang jadi fokus garapan, disesuaikan dengan kesepakatan.
"Jadi, misalnya untuk memenuhi aspek karbohidrat, bisa menanam ubi jalar, singkong atau yang lainnya. Kemudian, untuk protein bisa dari ayam, atau lele. Nah, kalau sayuran memang baiknya beraneka ragam, tidak hanya satu jenis, sehingga bervariasi," tandasnya.
Nantinya, lanjut Suyana, para pengelola lumbung pangan juga akan mendapat pembinaan dan pendampingan deretan ahli dari Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan (PSEK), serta Pusat Inovasi Agro Teknologi (PIAT) Universitas Gajah Mada (UGM), untuk mewujudkan hasil yang mumpuni.
"Tim itu kan sudah sangat ahli. Dengan pendampingan dari mereka, harapannya hasil pengelolaan pertanian juga bisa maksimal. Tidak hanya dari segi budidaya di lahan sempit, tetapi faktor ekonominya juga," tandasnya.
Baca juga: Program Stimulus PJP2U Diharapkan Dapat Tingkatkan Jumlah Penumpang di YIA
Baca juga: Uji Tanding Tenis Meja Persahabatan Diskominfo DIY vs PWI DIY Berlangsung Seru
Sekadar informasi, satu di antara tiga lokasi yang dipilih untuk program Lumbung Pangan Mataram di Blunyahrejo, Kecamatan Tegalrejo, atau dikenal dengan nama Kampung Markisa bahkan sudah menggelar panen raya perdanannya pada kisaran awal bulan Agustus kemarin.
Berbagai jenis tanaman, terutama sayur-mayur pun mulai dibudidayakan Kampung Markisa sejak Februari 2020 lalu. Sebut saja beberapa jenis sawi, kenikir, kacang panjang, ubi rambat, gambas, terong dan jagung, yang kini tumbuh subur serta menghasilkan pundi-pundi signifikan. (aka)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/heroe-di-kampung-markisa.jpg)