Breaking News:

Info Gempa Terkini

Sejak Dini Hari Hingga Kamis Pagi, Sudah 3 Kali Gempa Guncang Banten

Terhitung sejak Kamis (22/10/2020) dini hari, wilayah Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten sudah diguncang tiga kali gempa bumi

BMKG
Gempa bumi berpusat di Bayah, Kabupaten Lebak Banten pada Kamis (22/10/2020) pagi 

TRIBUNJOGJA.COM - Terhitung sejak Kamis (22/10/2020) dini hari, wilayah Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten sudah diguncang tiga kali gempa bumi. Gempa berpusat di darat dan di laut.

Berdasarkan data BMKG, gempa pertama terjadi pada pukul 00.38 WIB berpusat di 10 kilometer tenggara Bayah. Gempa ini berpusat di laut dengan magnitudo 3,7 serta berada di kedalaman 8 kilometer.

Gempa berpusat di laut 10 kilometer tenggara Bayah, Lebak, Banten pada Kamis (22/10) pukul 00:38:15 WIB dini hair
Gempa berpusat di laut 10 kilometer tenggara Bayah, Lebak, Banten pada Kamis (22/10) pukul 00:38:15 WIB dini hair (BMKG)

Gempa kedua terjadi pada pukul 01.09 WIB berpusat di 9 kilometer timur laut Bayah. Gempa ini berpusat di darat dengan magnitudo 2,6 dan kedalaman 11 kilometer.

Gempa berpusat di darat 9 kilometer timur laut Bayah, Lebak, Banten pada Kamis (22/10) pukul 01:09 WIB dini hair
Gempa berpusat di darat 9 kilometer timur laut Bayah, Lebak, Banten pada Kamis (22/10) pukul 01:09 WIB dini hair (BMKG)

Adapun gempa ketiga terjadi pada Kamis (22/10/2020) sekitar pukul 06.50 WIB. Episentrum berada di kedalaman 10 kilometer dengan magnitudo 4,5. Gempa ini berpusat di darat tepatnya di 9 kilometer Tenggara Bayah, Lebak, Banten.

Gempa bumi berpusat di Bayah, Kabupaten Lebak Banten pada Kamis (22/10/2020) pagi
Gempa bumi berpusat di Bayah, Kabupaten Lebak Banten pada Kamis (22/10/2020) pagi (BMKG)

Gempa tersebut dirasakan di Cikembar Sukabumi (IV MMI), dirasakan di Bayah (III MMI), dirasakan di Sukabumi (III MMI) dan dirasakan di Pelabuhan Ratu (III MMI).

Baca juga: Perbedaan Skala Richter dan Skala MMI Disertai Ilustrasi untuk Mengetahui Kekuatan Gempa

Yang Harus Dilakukan Sebelum, Saat Gempa dan Setelah Gempa

Berikut informasi sebagaimana yang dilansir oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)

1. Yang dilakukan sebelum gempa bumi

a. Mengetahui potensi bahaya di rumah

  • Di bawah perabot yang kuat, seperti meja dan kursi
  • Merapat pada dinding, seperti berdiri pada siku bangunan
  • Menjauh dari kaca atau cermin atau pun barang-barang berat yang berpotensi jatuh
  • Di luar rumah, jauhi bangunan, pohon, dan jaringan telepon atau listrik, atau bangunan yang mungkin runtuh

c. Bekali pengetahuan diri sendiri dan anggota keluarga

  • Lampu senter dan baterai cadangan
  • Radio dengan baterai
  • Perlengkapan PPPK dan panduannya
  • Makanan siap saji dan minuman (perhatikan masa berlakunya)
  • Obat-obatan khusus disesuaikan dengan kebutuhan pemakai
  • Uang secukupnya
  • Sepatu khusus

e. Merencanakan mekanisme komunikasi darurat

  • Bekerja sama dengan media lokal untuk membuat kolom khusus terkait informasi respon darurat setelah bencana. Disebutkan juga pada kolom tersebut nomor telepon BPBD, instansi pemerintah terkait, rumah sakit, dan PMI.
  • Kenali bersama keluarga mengenai potensi bencana yang ada di sekitar rumah
  • Bekerja sama dengan BPBD, PMI, atau pihak terkait lainnya untuk menyiapkan laporan khusus bagi masyarakat dengan mobility impairment pada apa yang akan kita lakukan selama gempabumi
  • Melakukan simulasi evakuasi sederhana di rumah
  • Mencari informasi dari pihak terkait tentang pemutusan listrik dan air pada saat bencana
  • Bekerja sama dengan masyarakat untuk memperoleh pengetahuan tentang building code, retrofitting program, ancaman bahaya, dan rencana yang disusun oleh keluarga pada saat keadaan darurat

2. Yang dilakukan pada saat bencana

Tetap berada di tempat yang menurut Anda aman selama terjadi gempa. Waspadai gempa susulan yang terkadang guncangannya lebih kuat. Perhatikan langkah Anda ke tempat aman lain dan tetap berada di sekitar tempat itu sampai guncangan berhenti dan Anda dapat keluar dengan aman.

a. Ketika di dalam ruangan

  • Tetaplah di luar
  • Jauhi dari gedung, lampu jalan, atau jaringan berkabel.
  • Ketika di luar, tetaplah di luar hingga guncangan berhenti. Bahaya paling besar berada langsung di luar bangunan; pada pintu keluar, exterior sepanjang dinding luar.

c. Di dalam kendaran

  • Jangan menyalakan api
  • Jangan bergerak atau apa pun yang menimbulkan debu
  • Tutupi mulut Anda dengan sapu tangan atau kain
  • Munculkan suara pada pipa atau dinding sehingga tim SAR dapat mencari posisi Anda. Gunakan peluit apabila tersedia. Berteriak adalah jalan terakhir yang dapat dilakukan, tapi hal ini dapat menyebabkan akan menghirup debu.

3. Yang dilakukan setelah terjadi bencana

  • Siaga kemungkinan yang terjadi setelah gempa. Gelombang guncangan kedua biasanya kurang mematikan tetapi dapat lebih kuat untuk memberikan kerusakan tambahan hingga memperlemah struktur bangunan dan dapat terjadi pada satu jam pertama, beberapa hari, minggu, bahwa bulan setelah gempa.
  • Dengarkan radio atau televisi yang bisa diakses. Perhatikan informasi terkini terkait respon darurat.
  • Gunakan telepon untuk panggilan darurat
  • Buka laci lemari secara hati-hati. Waspadai benda-benda yang dapat menjatuhi Anda.
  • Jauhi area yang hancur. Jauhi area yang hancur kecuali memang kehadiran Anda dibutuhkan oleh pihak berwenang, seperti kepolisian, pemadam kebakaran, atau tim SAR. Kembalilah ke rumah apabila pihak berwenang mengatakan bahwa kondisi telah aman.
  • Bantu korban luka atau yang terjebak. Ingat untuk selalu membantu tetangga atau siapapun yang membutuhkan pertolongan khusus seperti anak-anak, orang tua, atau orang cacat. Berikan pertolongan pertama secara tepat. Jangan pindahkan korban yang terluka serius untuk menghindari luka yang lebih parah. Carilah bantuan kepada tim medis yang lebih ahli.
  • Bersihkan cairan yang berbahaya. Tinggalkan lokasi yang berbau cairan berbahaya seperti gas atau cairan kimia.
  • Periksa beberapa peralatan.
  • Periksa apabila terjadi kebocoran gas. Jika tercium bau gas, segera buka jendela dan segera keluar bangunan.
  • Periksa kerusakan listrik. Apabila ditemukan jaringan kabel yang rusak dan tercium bau panas listrik, segera matikan listrik.
  • Periksa kerusakan tempat pembuangan kotoran dan saluran pipa.
  • Apabila terjadi kerusakan pada tempat pembuangan kotoran dan saluran pipa, hindari penggunaan toilet dan panggil tukang di bidangnya. Hubungi instansi yang berwenang untuk antispasi pencemaran air yang lebih luas. (*)
Penulis: Tribun Jogja
Editor: Mona Kriesdinar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved