Penanganan Covid

Cegah Klaster Perkantoran, Balai Kota Yogyakarta Dinilai Layak Jadi Percontohan

Pemkot Yogyakarta meminta pada pengelola perkantoran swasta di wilayahnya benar-benar memperhatikan penerapan protokol kesehatan.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
Tribunjogja/ Azka Ramadhan
Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta meminta pada pengelola perkantoran swasta di wilayahnya benar-benar memperhatikan penerapan protokol kesehatan.

Upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 di Komplek Balai Kota dinilai layak jadi pedoman.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, perkantoran harus melakukan mitigasi sejak dini. Pihaknya pun senantiasa melangsungkan inspeksi acak terhadap kantor swasta, sama halnya dengan destinasi wisata, atau tempat usaha.

"Kita juga melakukan itu, masuk secara acak di perkantoran swasta. Hampir setiap hari ada laporan dari teman-teman di wilayah, karena ada semacam sidak di tingkat kecamatan," ungkap Heroe, Kamis (22/10/20)20 sore.

Baca juga: BREAKING NEWS : Update Covid-19 DI Yogyakarta Hari Ini, Penambahan 45 Kasus Positif

Wakil Wali Kota Yogyakarta tersebut menyampaikan, secara garis besar, perkantoran swasta di kota pelajar saat ini sudah menerapkan protokol kesehatan dengan cukup baik.

Tetapi, menurutnya, pemantauan tetap harus dilakukan, supaya penerapan prokes semakin konsisten.

"Sekarang juga coba kita petakan, protokol kesehatan yang diterapkan itu sudah mencukupi atau belum. Jangan sampai hanya asal-asalan. Kalau ditemukan yang belum sesuai standar, segera tindaklanjuti," terangnya.

Heroe mengatakan, Balai Kota Yogyakarta dapat dijadikan pedoman, sekaligus percontohan dalam penerapan protokol pencegahan dan pengendalian penularan virus di komplek perkantoran.

Selain prokes, upaya tracing, serta blocking, menjadi pilar utama pengendalian.

"Begitu masuk, kami berikan imbauan terkait penerapan protokol. Termasuk QR Code yang bisa dipindai oleh setiap pengunjung. Di setiap kantor tertentu pun ada petugas yang akan memantau," jelas Wakil Wali Kota.

Selain itu, ketika kasus positif Covid-19 ditemukan, proses blocking dan tracing harus segera dilakukan, agar sebaran virus tidak semakin meluas.

Menurutnya, beberapa kasus sudah dijumpai di lingkungan Pemkot, tapi sebarannya sukses dihambat dan tidak meluas.

"Di Pemkot sudah beberapa kali kena, tapi tidak menyebar luas. Baik yang terjadi di Dinkes, lalu Kominfo yang kemarin dan sekarang, Dinas Kebudayaan. Termasuk di Puskesmas, yang tidak menyabar secara luas, sehingga tidak sampai menjadi klaster penularan," tambahnya.

"Mudah-mudahan ya, itu karena teman-teman menerapkan protokol kesehatan dengan baik sehingga tidak ada sebaran di kantornya. Bahkan, yang Kominfo ini, teman-teman satu ruangannya pun tidak tertular," imbuh Heroe. (TRIBUNJOGJA.COM)

Catatan Redaksi: Bersama kita lawan virus corona. Tribunjogja.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu 3M:

- Wajib Memakai masker
- Wajib Menjaga jarak dan menghindari kerumunan
- Wajib Mencuci tangan dengan sabun

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved