5 Bahan Pelumas yang Harus Dihindari Saat Bercinta

Selain menggunakan produk pelumas yang diproduksi khusus, ada beberapa bahan alami yang bisa dijadikan pelumas, seperti minyak kelapa dan aloe vera.

Tayang:
Editor: Rina Eviana
Eyecandy Images
Ilustrasi 

Tribunjogja.com - Sejumlah orang kadang menggunakan pelumas saat berhubungan seks. Ada banyak alasan mengapa pasangan menggunakan pelumas.

Di antaranya adalah karena vagina kering, hingga menambah sensasi saat berhubungan.

Selain menggunakan produk pelumas yang diproduksi khusus, ada beberapa bahan alami yang bisa dijadikan pelumas, seperti minyak kelapa dan aloe vera.

Ilustrasi
Ilustrasi (Shutterstock)

Dilansir Health, pelumas terbaik berbahan dasar air atau silikon dan tidak mengandung pewangi kimiawi, pewarna atau bahan penyebab iritasi lainnya. 

Meski bisa memanfaatkan bahan alami, bukan berarti Anda bisa secara sembarangan menggunakan suatu bahan sebagai pelumas.

Ada beberapa bahan pelumas yang perlu dihindari karena memiliki risiko kesehatan, terutama ketika dilakukan penetrasi ke dalam vagina. Beberapa bahan tersebut antara lain:

1. Lotion

Beberapa orang mungkin masih menduga bahwa lotion adalah alternatif pelumas yang baik, padahal kenyataannya tidak demikian.

Bahkan lotion yang berlabel alami sekalipun bisa mengandung pewarna dan parfum, bisa juga mengandung paraben, yang diyakini beberapa ahli berpotensi mengganggu hormon.

2. Minyak zaitun

Konsumsi minyak zaitun memang baik untuk jantung dan bisa membuat kulit berkilau. Namun, meskipun minyak zaitun adalah pilihan yang bagus untuk pijat dan foreplay, pendidik seks, pelatih dan psikolog berlisensi, Liz Powell, PsyD mengatakan bahan ini tidak begitu baik untuk penetrasi.

Terutama jika Anda menggunakan kondom. Sebab, minyak alami apa pun dapat melemahkan lateks di kondom, sehingga membuat Anda kurang terlindungi dari kehamilan dan Infeksi Menular Seksual (IMS).

Baca juga: Berapa Kali Frekuensi Hubungan Seks yang Ideal untuk Pasangan Menikah?

3. Petroleum jelly

Pelumas yang ideal akan membuat penetrasi menjadi lebih lancar ketika berhubungan intim, bukan justru membuat lengket, seperti efek yang cenderung dirasakan ketika menggunakan petroleum jelly. Petroleum jelly sulit untuk dibersihkan dan dapat menahan bakteri, yang pada akhirnya berpotensi menyebabkan iritasi atau infeksi.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Obstetrics and Gynecology menemukan bahwa perempuan yang menggunakan petroleum jelly sebagai pelumas ketika berhubungan intim memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk mengalami vaginosis bakterial.

Baca juga: Lakukan 3 Cara Ini Setelah Bercinta, Agar Membantu Cepat Hamil

Seperti produk berbasis minyak, produk ini juga dapat mengganggu efektivitas kondom berbasis lateks, yang berarti meningkatkan risiko kehamilan dan IMS.

4. Baby oil

Beberapa produk pelumas memang terasa ringan dan licin, seperti baby oil. Namun, minyak adalah kata kuncinya. Meskipun terasa enak di tangan, baby oil bukanlah pilihan yang baik.

Penelitian lainnya yang diterbitkan dalam jurnal Obstetrics and Gynecology menemukan hubungan antara penggunaan baby oil secara intravaginal dan pertumbuhan jamu candida di vagina, yang dapat menyebabkan infeksi jamur.

Baca juga: Tak Perlu Obat Kuat, Berikut 4 Jenis Makanan yang Bisa Meningkatkan Gairah Seks Wanita!

Selain itu, produk berbasis minyaknya bisa merusak lateks pada kondom. 5. Mentega Mentega mengandung protein kasein dari susu, yang bisa menjadi tengik dengan sangat cepat. Bereksperimen di kamar tidur memang menyenangkan, namun tentunya Anda ingin menjauhkan protein hewani yang kemungkinan dapat membusuk dari alat kelamin, bukan?

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hindari Menggunakan 5 Bahan Berikut untuk Pelumas Saat Bercinta"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved