Breaking News:

Riset LD FEB UI: 64 Persen Mitra GoFood di Yogyakarta Bergabung Karena Terdampak Pandemi

Menariknya, 64 persen dari mitra GoFood yang baru bergabung saat pandemi COVID-19 (bergabung bulan Maret - Juni 2020), memilih bergabung

IST
Layanan GoFood dari Gojek 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Riset terbaru Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (singkatnya LD) berjudul "Peran Ekosistem Digital Gojek di Ekonomi Yogyakarta Sebelum dan Saat Pandemi COVID-19" menyebut GoFood menjadi penyangga ekonomi di Kota Yogyakarta bagi mereka yang penghasilannya terdampak pandemi terutama pekerja swasta dan profesional.

Dalam riset tersebut, 95 persen mitra GoFood adalah pengusaha skala mikro.

Menariknya, 64 persen dari mitra GoFood yang baru bergabung saat pandemi COVID-19 (bergabung bulan Maret - Juni 2020), memilih bergabung karena adanya pandemi.

Lebih lanjut lagi, 43 persen dari mitra yang bergabung selama pandemi merupakan pengusaha yang pertama kali mulai berbisnis.   

Baca juga: Prakiraan Cuaca 21 Oktober 2020: Hujan Lebat Disertai Petir Diprediksi Terjadi di DI Yogyakarta

Mayoritas mitra GoFood di Yogyakarta (94 persen) merasa dengan menjadi mitra usaha GoFood membantu mereka untuk beradaptasi dalam menjalankan usaha, dan bertahan selama pandemi (88 persen).

Secara spesifik, mitra GoFood di Yogyakarta merasa fitur teknologi Gojek (86 persen), dukungan pelatihan dan informasi (78 persen), dan bantuan lainnya dari Gojek (74 persen) membantu usaha mereka untuk bertahan selama pandemi.   

Selanjutnya, mayoritas mitra Gofood di Yogyakarta berencana untuk melanjutkan mitra jangka panjang dengan Gojek (95 persen).

Mereka juga optimistis bersama Gojek usaha mereka akan tetap tumbuh (89 persen), penghasilan kembali seperti sebelumnya (90 persen), dan dapat mencukupi kebutuhan diri dan keluarga (87 persen).

Dr Alfindra Primaldhi, Peneliti LD menyebut dari hasil riset tersebut dapat disimpulkan ketahanan ekonomi di Kota Yogyakarta selama pandemi COVID-19 ternyata mampu didukung oleh keberadaan ekosistem ekonomi digital yang dimiliki Gojek.

Baca juga: INFO GEMPA 20 Oktober 2020 : Gempa di Siberut, Kaimana dan Pangandaran

"Solusi teknologi dan non-teknologi yang ditawarkan platform digital Gojek membantu pelaku usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM) di Kota Gudeg ini beradaptasi sehingga bisa bertahan di situasi pandemi COVID-19, dan tetap optimis bertumbuh ke depannya. Salah satunya melalui kemudahan migrasi UMKM dari offline ke online, atau mempercepat UMKM untuk go digital," papar Dr Alfindra dalam keterangan resminya, Senin (19/10/2020).

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved