Breaking News:

Pilkada Klaten 2020

One - Fajri Saring Semua Masukan untuk Optimalkan Segala Potensi Ekonomi dan Wisata Klaten

One Krisnata dan Muhammad Fajri (ORI), terus menjaring dan menyaring aspirasi serta masukan dari warga.

Editor: Muhammad Fatoni
dok.istimewa
Pasangan calon bupati dan wakil bupati Klaten, One Krisnata dan Muhammad Fajri (ORI), yang diusung Partai Demokrat, Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada Pilkada Klaten 2020 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pasangan calon (paslon) bupati Klaten nomor urut 2, One Krisnata dan Muhammad Fajri (ORI), terus menjaring dan menyaring aspirasi serta masukan dari warga.

Khususnya yang terkait dengan upaya optimalisasi segala potensi yang dimiliki Kabupaten Klaten.

Di antaranya adalah di sektor ekonomi dan pariwisata Klaten.

Calon wakil bupati Klaten, Muhammad Fajri, menyatakan bahwa masukan-masukan tersebut dinilai penting untuk menentukan langkah dan prioritas pembangunan di Klaten ke depan.

"Saya sendiri memang beberapa kali keliling, lalu berdiskusi dengan warga, dan kami dapat masukan serta bayangan terkait apa-apa yang bisa dikembangkan dan dioptimalkan," tutur Fajri saat berbincang dengan Tribunjogja.com, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Kampanye di Tengah Pandemi Covid-19 Jadi Pengalaman Baru Bagi One Krisnata

Baca juga: Paslon ORI  Tak Berencana Gelar Kampanye Terbuka yang Libatkan Pengerahan Massa

Salah satu di antaranya, Fajri mencontohkan terkait potensi wisata di lereng Gunung Merapi yang ada di wilayah Deles dan Manisrenggo.

Menurutnya, potensi wisata di lokasi tersebut cukup menjanjikan, namun selama ini terkendala dengan jalur atau akses jalan yang kurang mendukung.

"Soal itu juga saya telah sempat diskusi dengan pak One, salah satunya sari sisi perbaikan jalur. Rencana ke depan, kalau diberi amanah untuk memimpin Klaten, kami akan bikin perbaikan di jalur-jalur wisata tersebut," katanya.

Calon wakil bupati Klaten nomor urut 2, Muhammad Fajri
Calon wakil bupati Klaten nomor urut 2, Muhammad Fajri (Tribun Jogja/ Muhammad Fatoni)

Dikatakan Fajri, jalur yang selama ini masih jadi satu, yakni antara jalur penambang pasir serta jalur untuk wisatawan yang akan berwisata.

Karena itu, sejumlah bagian jalan di ruas jalur itupun rusak dan kurang nyaman untuk dilalui, khususnya bagi wisatawan. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved