Kisah Inspiratif

Warga Bantul Berhasil Budidaya Ikan Gabus dengan Pakan Pelet

Menariknya, anakan ikan gabus tersebut tidak diberi pakan serangga ataupun ikan kecil seperti umumnya jenis hewan karnivora.

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Camat Banguntapan Fauzan Muarrifin (baju putih merah) saat melihat langsung budidaya ikan gabus milik Gunawan di Manggisan, Jambidan, Banguntapan. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Ikan gabus adalah ikan predator yang hidup di air tawar.

Jenisnya karnivora, biasa memangsa pelbagai jenis serangga, dan pemakan hewan kecil lainnya.

Ikan dengan nama latin channa striata itu hidup di sungai, rawa dan dikenal liar sehingga cukup sulit dibudidayakan. 

Tetapi dengan semangat dan keinginan untuk terus mencoba, Gunawan Suwandono, 49, warga dusun Manggisan, RT 04, Desa Jambidan, Banguntapan, Bantul akhirnya berhasil mengembangbiakan Ikan gabus

"Awalnya ya sempat gagal karena memang cukup sulit. Tapi terus berusaha lagi, dan akhirnya berhasil," kata Gunawan, mengawali cerita, saat ditemui di rumahnya Jumat (16/10/2020). 

Baca juga: Memetik Manisnya Anggur Ukraina di Bantul, Danang Sukses Kembangkan 40 Anggur Impor

Saat ini, di rumah Gunawan, terdapat ribuan anakan ikan Gabus yang ditampung dalam empat kolam hasil pengembangbiakan.

Umurnya baru satu bulan dan berukuran sekitar satu jari kelingking.

Menariknya, anakan ikan gabus tersebut tidak diberi pakan serangga ataupun ikan kecil seperti umumnya jenis hewan karnivora.

Tetapi justru diberi pakan pelet.

Menurut Gunawan, supaya anakan ikan Gabus mau diberi pakan pelet, ada treatment tersendiri.

Pertama-tama, ketika anak ikan gabus baru menetas, dipisahkan dalam kolam.

Selama satu minggu diberi makan cacing sutra.

Tetapi menginjak usia delapan hari, secara perlahan anak-anak ikan gabus harus diberi makanan campuran cacing dan pelet. 

Baca juga: Warga Bantul Berhasil Membuat Media Tanam Alternatif dari Olahan Sampah Plastik

Setelah umur 20 hari, anakan ikan gabus, dipindahkan ke kolam yang lebih luas untuk pembesaran.

"Di usia ini, pemberian makan sudah full pakai pelet," ucap Gunawan.

Inovasi pemberian pakan itu menurutnya belajar otodidak, dari pengalaman kegagalan budidaya sebelumnya. 

Ia bercerita, budidaya ikan gabus yang tengah ditekuninya itu belum lama.

Baru berjalan sekitar dua bulan.

Awalnya, berangkat dari otodidak dan coba-coba, kerena banyak yang gagal membudidayakan ikan Gabus.

Bermodalkan empat indukan liar, Gunawan memulai proses pemijahan.

Percobaan pertama sempat gagal.

Baca juga: Unik, Warga Klaten Ini Sulap Lahan Jadi Kebun Bermotif Batik

Ribuan anakan ikan gabus mati. 

"Karena waktu itu belum tau makanannya (ikan gabus)," jelas dia.

Saat ini, dengan inovasi uji coba makanan kombinasi campuran cacing dan pelet hasilnya cukup memuaskan.

Jika dibandingkan dengan pemberian pakan katak kecil ataupun serangga, pakan pelet diakuinya lebih efektif. 

Camat Banguntapan, Fauzan Muarrifin saat meninjau langsung kolam budidaya ikan gabus milik Gunawan mengaku terkejut dengan keberhasilan itu.

Sebab, selama ini ikan gabus merupakan komoditas yang cukup langka.

Ia mengaku mendukung agar ke depan Gunawan bisa terus mengembangkan budidaya bibit ikan gabus. 

"Seperti zaman dulu sempat booming sentra bibit gurame, nila dan lele. Mudah-mudahan jenis bibit ikan lain, termasuk ikan gabus ini bisa semakin berkembang," ucapnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved