Breaking News:

Kota Yogya

Tertunggak Rp 7 Miliar, Klaim Penanganan Covid-19 di RSUD Kota Yogya Tak Kunjung Dicairkan Kemenkes

RSUD Kota Yogyakarta dipaksa mengencangkan ikat pinggang setelah total klaim penanganan Covid-19 tidak kunjung dicairkan sepenuhnya.

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

TRIBUNJOGJA.COM - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Yogyakarta dipaksa mengencangkan ikat pinggang setelah total klaim penanganan Covid-19 yang diajukan pada BPJS dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tidak kunjung dicairkan sepenuhnya dan berangsur menumpuk.

Direktur Utama RSUD Kota Yogyakarta, Ariyudi Yunita pun mengatakan, total klaim yang diajukannya pada BPJS untuk diverifikasi adalah sebesar Rp 8,6 miliar.

Namun, sampai saat ini, baru Rp 1,6 miliar yang dicairkan, sehingga masih ada tunggakan sekitar Rp 7 miliar yang belum turun.

Baca juga: Survei Dinkes : 29,6 Persen Masyarakat Yogyakarta Masih Tidak Peduli terhadap Covid-19

"Jadi, Rp 8,6 miliar itu total klaim yang kami ajukan. Dari jumlah tersebut, baru dibayar uang mukanya Rp 1,6 miliar oleh Kemenkes," terang Yunita, Jumat (16/10/2020).

Menurutnya, sesuai prosedur, anggaran penanganan virus corona itu diajukan oleh pihak rumah sakit pada BPJS untuk diverifikasi.

Setelah dinyatakan terverifikasi, maka pihak Kemenkes lah yang mencairkan penggantian biaya untuk fasilitas kesehatan (faskes) yang telah mengajukan klaim.

"Kami sudah komunikasi dan konfirmasi ke BPJS, terakhir bulan Oktober 2020 ini. Sampai kita konfirmasi ulang ya, kemudian mendapat informasi kalau ada berkas yang dispute, sehingga belum bisa turun," jelasnya.

Baca juga: Begini Respon Pemerintah DI Yogyakarta Rencana Distribusi Vaksin Covid-19

Klaim yang belum dibayarkan pemerintah pusat tersebut, otomatis berdampak langsung pada operasional RSUD Kota Yogyakarta yang harus melakukan efisiensi pendapatannya.

Padahal, semenjak pandemi melanda, jumlah pasien non corona di RS plat merah ini mengalami penurunan.

"Dampak riilnya pada penurunan pendapatan. Pasien yang datang ke RSUD kan menurun karena dampak Covid-19. Tapi, di sisi lain pasien Covid-19 memerlukan biaya yang tinggi, sementara klaim tidak segera cair," lanjut Yunita.

"Namun, kita masih bisa bersyukur karena ada dana dari APBD (Kota Yogyakarta), serta dukungan dari anggaran belanja tidak terduga," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved