Sabda Pawon, Konser untuk Bertahan Hidup

Komunitas Sabda Pawon adalah sekelompok warga masyarakat Yogyakarta yang dibentuk sejak awal September 2020 di Kawasan Angkringan.

Editor: ribut raharjo
Istimewa
Dari kiri ke kanan ; Rh. Djati Kesuma (Ketua Komunitas Sabda Pawon), Moses Badai Samudra (Produser Konser Sabda Pawon), John Soni Tobing (Penggagas Konser Sabda Pawon) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Seperti kita ketahui bersama bahwa pandemi Covid -19 telah dan sedang melanda Indonesia sejak akhir Maret 2020 lalu hingga hari ini.

Pemerintah telah berupaya segala langkah untuk penanggulangannya mulai dari Work from Home, sosial and physical distancing, tinggal di rumah, mengisolasi diri bagi yang ketahuan positif dan reaktif atau keluarga lainnya yang terkena serangan virus mematikan ini.

Langkah pemerintah ini disambut baik walau penuh keterpaksaan dengan kesadaran oleh masyarakat.

Dari PSBB di sejumlah kota dan pembatasan berkerumun. Hal ini berdampak bagi produktvitas masyarakat. Hampir semua anggota masyarakat dan perusahaan mengalami penurunan pendapatan yang sangat drastis.

Komunitas Sabda Pawon adalah sekelompok warga masyarakat Yogyakarta yang dibentuk sejak awal September 2020 di Kawasan Angkringan Jaman Edan Komplek Jl Margo Utomo Yogyakarta (Jl mMangkubumi Yogyakarta).

Awalnya sejumlah seniman dan para aktivis solidaritas sosial dan lingkungan yang hendak mengadakan sebuah konser musik.

Kemudian setelah melalui beberapa kali pertemuan komunitas ini memilih sebuah tajuk untuk Konser Musik yang digarap dengan serius yaitu SABDA PAWON – KONSER UNTUK BERTAHAN HIDUP ini akan digelar secara online – streaming melalui jaringan Youtube, Instagram, dan Facebook secara live, pada hari Kamis 10 Desember 2020, jam 19.00 -23.00 WIB, bertempat di Societet Taman Budaya Yogyakarta.

John Soni Tobing adalah salah satu penggagas konser ini dan mengajak beberapa musisi yang punya potensi dan layak untuk tampil menjadi pengisi dalam perhelatan di tengah pandemi ini.

Salah lagu ciptaannya yang menjadi lagu wajib para demonstran 1998 lalu “Darah Juang” akan dijadikan sebagai lagu pembuka yang dinyanyikan seluruh musisi dan penyanyi serta para penonton di mana saja berada.

Darah Juang layak dijadikan sebagai ”Anthem” kebangkitan dari keterpurukan yang disebabkan oleh bencana, tekanan, wabah, dan apapun yang menyebabkan manusia menderita tanpa tahu kapan kesudahannya.

John Soni Tobing menambahkan bahwa tema konser ini adalah Seni untuk berpolitik yang manusiawi. Artinya berkesenian dengan kesadaran politik sebagai wujid cinta bangsa dan negara tanpa meninggalkan nilai nilai kemanusiaan.

Sementara itu Ketua Komunitas Sabda Pawon sekaligus Ketua Panitia Konser, Rh. Djati Kesuma menambahkan bahwa konser ini digelar untuk sebuah kebangkitan ekonomi di tengah pandemi melalui jalur ekonomi kreatif dalam kegiatan seni dan budaya khususnya seni musik.

Para musisi pengisi konser ini adalah anak anak muda yang peduli lingkungan dan memiliki kepekaan terhadap kondisi sosial.

Maka lagu lagu yang akan ditampilkan adalah lagu lagu bertema sosial dan lingkungan. Adapun lagu-lagu yang dimainkan adalah lagu-lagu baru ciptaan para musisi itu sendri yang belum pernah dipubikasikan.

Hal ini dtempuh untuk membiasakan para muisisi agar ebih kreatif dalam berkesenian dalam konteks ekonomi kreatif sehingga bisa menghasilkan sesuatu baik moril maupun materiil yang signifikan. Soal tema Sabda Pawon – Konser Untuk Bertahan Hidup menurut Rh. Djati Kesuma adalah sebuah kegiatan agar secara ekonomi para penggiat seni, masyarakat, dan sosial ini mampu bangkit dari keterpurukan akibat pandemi yang berkepanjangan meskipun di masa New Normal ini. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved