Cerita Guru SDN Lempuyangwangi Rela Mengajar Sejak Subuh Agar Semua Siswa Bisa Ikut Belajar Daring
Cerita Guru SDN Lempuyangwangi Rela Mengajar Sejak Subuh Agar Semua Siswa Bisa Ikut Belajar Daring
Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Hari Susmayanti
“Yang melakukan wali kelasnya. Berlaku untuk kelas 1-6,” ungkapnya.
Ditanya terkait program guru kunjung yang mana guru mendatangi langsung beberapa orang siswa untuk belajar, Sutji mengungkapkan pihaknya pernah melaksanakan selama 1-2 minggu.
Namun, karena kasus Covid-19 di DIY meningkat kembali akhirnya program itu dihentikan hingga saat ini.
“Kami intensifkan melalui aplikasi-aplikasi dari internet saja dan lancar kok,” imbuhnya.
Ia menambahkan, selama ini SDN Lempuyangwangi mendapat bantuan kuota dari dua sumber, yakni bantuan paket bulanan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta dari pihak ketiga yaitu provider Axis.
“BOS (bantuan operasional sekolah) kami tidak mengeluarkan karena tidak ada di anggaran kami. Pernah Rp100 ribu (dari BOS) hanya sekali untuk guru. Kami memilih menaikkan bandwidth WiFi (sekolah) 10 mbps menjadi 100 mpbs, sehingga bapak ibu guru leluasa dari jam 7 pagi hingga 3 sore bisa memakai dengan lancer,” urainya. (Tribunjogja/Maruti Asmaul Husna)