Begini Upaya KLHK Ajak Masyarakat Pesisir Pantai Selatan Tanam Mangrove Kembali
Seperti diketahui, hutan mangrove menjadi salah satu sumber penghidupan bagi masyarakat pesisir
Penulis: DNA | Editor: MGWR
TRIBUNJOGJA.COM- Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHAL) Serayu Opak Progo (SOP) sebagai unit pelaksana teknis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), mengajak masyarakat di pesisir pantai selatan melaksanakan kegiatan Padat Karya Penanaman Mangrove.
“Kegiatan tanam mangrove diharapkan dapat menjadi stimulus perekonomian bagi masyarakat, terutama di masa pandemi Covid-19,” kata Kepala BPDASHL SOP Sri Handayaningsih.
Pernyataan tersebut ia sampaikan saat menghadiri pencanangan Padat Karya Penanaman Mangrove di Desa Pagak, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo, Kamis (8/10/2020).
Sri melanjutkan, melalui pemberian kesempatan untuk berusaha dan melakukan aktivitas ini diharapkan dapat memperbaiki keadaan ekonomi masyarakat sekitar ekosistem mangrove. Hal ini sekaligus berkontribusi terhadap pemulihan ekonomi nasional.
Seperti diketahui, hutan mangrove menjadi salah satu sumber penghidupan bagi masyarakat pesisir. Namun, dalam masa pandemi Covid-19 ini mengalami dampak penurunan ekonomi yang cukup signifikan.
“Kegiatan nantinya akan dijalankan pada empat kabupaten, yakni Purworejo dan Kebumen untuk Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Sementara itu, wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ada Kabupaten Bantul serta Kulon Progo dengan lahan seluas 110,64 hektar (ha),” ujar Sri.
Penanaman dilaksanakan sepenuhnya oleh 10 kelompok tani (Kelota) hutan mangrove setempat. Selain itu, turut melibatkan 417 orang dari unsur-unsur penggiat (aktivis), penyuluh, pendamping, tokoh masyarakat dan instansi terkait.
“Kegiatan ini kurang lebih menyerap sebanyak 15.733 Hari Orang Kerja (HOK),” kata Sri Handayaningsih, seperti dalam keterangan tertulis yang Tribun Jogja terima, Jumat (9/10/2020).
Sebagai informasi, HOK adalah satuan tenaga kerja yang digunakan dalam menghitung analisis usaha tani.
Berdasarkan laporan akhir Penyiapan Penyusunan Baku Kerusakan Mangrove Jateng tahun 2017, luas mangrove di provinsi ini adalah 12.661,6 ha, sedangkan area tempat mangrove tumbuh berada pada garis pantai bervegetasi sepanjang 50,54 kilometer (km).
Sementara itu, untuk wilayah DIY, mangrove dapat ditemui di Pantai Baros Kabupaten Bantul dengan luas 10 ha. Adapun di Kabupaten Kulon Progo seluas 9 ha yang terletak di beberapa lokasi, seperti Pantai Pasir Mendit, Jangkar, dan Temon.
Nantinya, ada empat jenis mangrove yang akan ditanam, yakni Sonneratia, Rhizophora, Nipah, dan Avicenia. Cara penanaman mangrove juga menggunakan pola tanam intensif dan silvofishery atau perlindungan tanaman mangrove.
“Penanaman mangrove tahun 2020 akan dilaksanakan dari bulan September-Desember 2020,” ujar Sri Handayaningsih.
Efek jangka panjang yang didapat
Pada kesempatan yang sama Kepala Biro Infrastruktur dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat daerah (Setda) Provinsi Jateng, Dadang Soemantri meminta masyarakat untuk merawat mangrove dengan baik. Hal ini karena ada efek jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan nantinya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kegiatan-padat-karya-penanaman-mangrove.jpg)